PEMERINTAH Kota Makassar melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar nikah massal gratis. Kegiatan ini dilaksanakan di Lorong Wisata Mutiara Lorient, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya sebagai bagian dari menyukseskan program pemkot.
SEJAK pagi, senin (28/11), suasana di Longwis Mutiara Lorient sudah tampak ramai. Ada tenda berukuran besar yang telah berdiri. Suasananya mirip sebuah resepsi pernikahan.
Satu persatu pasangan calon pengantin yang akan dinikahkan pun berdatangan. Mereka mengenakan pakaian adat pengantin yang lengkap. Erang-erang serta mahar dibawa serta, dengan didampingi oleh keluarga masing-masing. Tercatat ada 50 pasangan yang mengikuti nikah massal.
Acara ini dibuka oleh Asisten I Pemkot Makassar Andi Muh Yasir. Hadir Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Aulia Arsyad, Camat Biringkanaya Benyamin B Turupadang, Lurah Sudiang Raya H Andi Dudi Pamadeng, kepala KUA Kecamatan Biringkanaya serta staf Kelurahan Sudiang Raya.
Kadis Sosial mengaku berbahagia bisa melihat pasangan yang sudah memiliki buku nikah. Sebab sebelumnya mereka sudah melalui nikah siri’ dan baru kali ini mendapatkan buku nikah. Dengan begitu pula statusnya di kartu keluarga (KK) yakni nikah tercatat dan sudah diakui oleh negara.
Menurut Aulia, kegiatan nikah massal seperti ini sudah dilaksanakan dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya digelar dalam rangka HUT Kota akassar.
”Untuk pelaksanaannya kali ini bekerja sama dengan Yayasan Dewi Natalia. Pemkot melalui Dinas Sosial menyiapkan dana hibah. Semuanya dibiayai, sehingga peserta tidak membayar apapun. Pasangan yang ikut nikah massal ini berasal dari lorong wisata yang ada di Kota Makassar,” terang Aulia.
Ia berharap kegiatan serupa masih bisa dilaksanakan tahun depan. Karenanya, Aulia berpesan bila ada kesempatan seperti ini agar secepatnya melaporkan diri supaya bisa dicover.
”Dari hasil pendataan di 195 lorong wisata, ada banyak warga yang tidak memiliki buku nikah. Status pernikahan mereka di KK tidak tercatat. Karena itu, dengan pelaksanaan nikah massal seperti ini kita sudah bisa mendata warga yang belum memiliki buku nikah,” jelasnya.
Ita Nita Fitri, salah seorang perempuan yang mengikuti nikah massal, mengaku sudah pernah menikah tapi tidak mendapatkan buku nikah. ”Saya dapat informasinya dari media sosial. Saya datang bersama dengan keluarga, kakak, dan saksi. Alhamdulillah, senang akhirnya sudah bisa dapat buku nikah,” ujarnya.
Dewi Natalia selaku Ketua Yayasan Dewi Natalia, mengaku melakukan persiapan selama tiga bulan berturut-turut untuk pelaksanaan nikah massal ini. Sebab ada beberapa tahapan yang mesti dilalui. Mulai dari pemberkasan, wawancara oleh pihak yayasan, pengadilan, dan wawancara dengan KUA.
”Peserta harus melalui tahapan itu untuk mengetahui apakah berkasnya bisa lolos atau tidak. Karena tidak semua yang mendaftar bisa diterima,” terang Dewi Natalia.
Setelah sukses melaksanakannya tahun ini, Dewi berharap tahun depan bisa kembali menggelar kegiatan serupa. Ia menargetkan bisa menikahkan sebanyak 100 pasangan di bulan yang sama.
”Nikah massa ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki buku nikah. Karena di Makassar masih banyak yang seperti itu. Yang masuk data peserta adalah warga lorong wisata di beberapa kecamatan. kami mengambil dari sana untuk diikutkan nikah massal,” jelas Dewi Natalia.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menurut Dewi, mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan ini. Hal itu dibuktikan dengan mengalokasikan anggaran bantuan kegiatan. Tujuannya adalah untuk mempermudah warga dalam segala hal, termasuk untuk kelengkapan dokumen kependudukan berupa buku nikah. Sebab jika mereka hendak mengurus KK, akta kelahiran anak dan sebagainya, tidak bisa kalau tanpa buku nikah.
Para peserta nikah massal ini mendapatkan fasilitas mahar, make up pengantin, baju pengantin secara gratis. Selanjutnya mereka akan duduk resepsi di Hotel Arbor.
Dewi berharap, tahun depan akan semakin banyak lagi masyarakat yang terbantu melalui program nikah massal gratis. (*/rus)
