WAJO, BKM — Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo kini memiliki gedung sementara di Kompleks Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang. Hadirnya kantor ini merupakan inisiasi Bupati Amran Mahmud yang diharapkan nantinya dibangunkan kantor permanen.
Amran Mahmud bersama Amran kompak hadir menghadiri peresmian pemanfaatan gedung MUI Wajo Senin (28/11). Pada kesempatan itu, Amran menyampaikan harapannya kepada segenap internal MUI Wajo.
Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada MUI Wajo yang selama ini telah banyak membantu dan memberikan dukungan dalam berbagai problematika yang dihadapi Pemkab Wajo.
“Atas support itu pula kami bersama pak Wabup merasa percaya diri untuk bertindak dan bergerak melakukan kerja sama untuk melindungi dan mengayomi masyarakat kita,” ujar Amran.
Amran menyebut, selama ini MUI Wajo berkontribusi luar biasa dalam mendukung, memberi pertimbangan dan masukan, serta bersama-sama pada tiap kesempatan menghadapi berbagai persoalan, utamanya dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Terkait kantor yang baru diresmikan, Amran mengaku belum bisa mempersembahkan kantor permanen karena kondisi keuangan daerah masih belum stabil.
“Karena itu, kami memikirkan bagaimana memanfaatkan ruang yang tidak digunakan Masjid Agung Ummul Quraa untuk digunakan sementara atau pinjam pakai sebagai kantor. Sambil kita menanti keuangan daerah akan stabil dan memungkinkan untuk membangunkan kantor yang lebih permanen ke depannya,” jelasnya.
Amran berharap, MUI sebagai wadah seluruh ulama untuk senantiasa terus membantu dalam memberikan pencerahan kepada umat. Termasuk mengawal program Gerakan Masjid Cantik (Gemantik) dan memberikan lisensi halal di tiap produk produk lokal yang ke depan akan makin berkembang melalui program mencetak 10 ribu entrepreuner.
“Mudah-mudahan ini bisa bersinergi dan berkolaborasi sehingga niat untuk memajukan daerah dan generasi kita bisa terlindungi dan terayomi melalui MUI,” tuturnya.
Termasuk, masyarakat merasa aman untuk mengonsumsi dan membeli produk yang memang sudah divestasi MUI melalui lisensi halal.
“Tentu masih banyak lagi tugas tugas berat yang kita hadapi menghadapi perubahan era yang lebih cepat. Memudahkan ini terus dijadikan wadah yang baik untuk kita berkolaborasi,” harap Amran Mahmud.
Sementara, Ketua MUI Wajo, A.G. Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran kantor MUI di Wajo merupakan inisiasi pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Wajo.
“Sehingga wujud dan peran beliau berdua, ini patut kita syukuri. Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan dengan niat ibadah, bermanfaat bagi MUI yang menjadi payung dan pengayom kehidupan beragama di tengah masyarakat umat muslim di Wajo khususnya dan di Sulsel pada umumnya,” harapnya. (ono/C)
