MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kecamatan Biringkanaya ikut menyalurkan bantuan telur kepada penderita stunting di wilayah Biringkanaya. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan harapan untuk melawan stunting.
Menurut Camat Biringkanaya Kota Makassar, Benyamin B Turupadang, masyarakat perlu sadar akan bahaya stunting dan harus berkolaborasi bersama pemerintah untuk melawan stunting. Untuk itu, Pemerintah kecamatan menyalurkan beberapa rak telur di tiap kelurahan.
“Kita sama mengetahui bahwa gizi buruk selain berkaitan dengan rendahnya daya tahan tubuh, juga menyebabkan anak tumbuh pendek. Makanya untuk mencegah itu kami minta setiap kelurahan dapat menyalurkan bantuan ini ke penderita stunting dalam membantu perbaikan gizi,” ungkapnya, Rabu (30/11).
Lanjutnya bahwa Pemerintah Kecamatan Biringkanaya bersama 11 kelurahan ikut berjuang melawan stunting. Tidak hanya itu, peran petugas gizi di Puskesmas dan Tim Penggerak PKK juga turut ditugaskan untuk mencegah penyakit tersebut.
“Dengan banyaknya bantuan kita berharap bisa menekan angka stunting di Kota Makassar khususnya di Kecamatan Biringkanaya, makanya seluruh pihak harus membantu,” ucapnya.
Sementara itu, Kasi Ekbang Kelurahan Sudiang Raya Artina menjelaskan, ada 57 anak usia belita yang tercatat menderita stunting. Untuk itu, program stunting ini sangat membantu dalam hal gizi terutama pada pertumbuhan anak usia balita.
“Untuk menambah gizi dan memperbaiki pertumbuhan anak usia balita, kiranya kegiatan seperti ini di tingkatkan agar masyarakat dapat terbantu dalam perbaikan gizi kedepannya,” tuturnya. (ita)
