MAKASSAR, BKM — Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS) yang merupakan salah satu penggerak pertanian organik di Sulawesi Selatan, mendapat kunjungan inspeksi awal oleh UPT Balai Pengawasan Mutu dan Kemanan Pangan (BPMKP) Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu, 30 November 2022.
Kedatangan UPT BPMKP yang merupakan satu-satunya Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) di kawasan timur Indonesia ini untuk pengajuan sertifikasi organik. Pada rangkaian kunjungan tersebut dilakukan inspeksi lapangan dan inspeksi dokumen berkas yang telah diajukan sebelumnya melalui fasilitasi Vestanesia.
Kunjungan ini disambut baik oleh para petani anggota KSPS. Hadir anggota KSPS, UPT BPMKP, Vestanesia dan mahasiswa MSIB, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba.
Kepala UPT BPMKP Alisda Amalia menjelaskan pentingnya sertifikasi pangan dan izin edar untuk menjamin keamanan pangan masyarakat, sekaligus memberi nilai tambah pada produk petani. ”Kami telah resmi menjadi LSO sejak 2021, meski telah kami rintis dan usulkan jauh sebelum itu. Harapan kami setidaknya proses sertifikasi bagi petani bisa lebih mudah dan lebih murah,” ujarnya.
Tim inspektor melakukan kunjungan ke Balai KSPS, rumah peralatan, lahan, rumah produksi, dan tempat pengemasan. Adapun hasil inspeksi ini memberikan masukan-masukan perbaikan terhadap proses budidaya dan pascapanen yang dilakukan oleh komunitas.
Penjelasan ini disambut baik oleh Muhammad Nur selaku ketua KSPS. “Kami berharap dengan kedatangan bapak dan ibu (UPT BPMKP) kami bisa banyak belajar lagi,” ujarnya.
KSPS yang telah konsiten melakukan budidaya pertanian alami sejak 2011 memiliki visi untuk menghadirkan pangan yang sehat bagi masyarakat, dan tanah yang subur untuk generasi selanjutnya.
COO Vestanesia Muh Ilmi Ikhsan Sabur turut mendampingi proses sertifikasi organik ini bersama Fadli Anggara Putra, Manajer VestaMart Vestanesia dan Mahasiswa magang MSIB Bacth 3.
“KSPS merupakan salah satu kelompok petani potensial yang harus terus didukung, karena telah memberi dampak nyata pada masyarakat desa sekitar dengan pertanian alami,” ujar Ilmi.
Vestanesia sendiri merupakan platform pertanian yang mendampingi petani-petani yang ada di Indonesia dalam pengembangan budidaya dan pemasaran. Salah satunya dengan pengembangan produk petani melalui pemenuhan perizinan dan sertifikasi.
“Dari kegiatan ini saya belajar pentingnya networking bagi pelaku usaha, terutama bagi yang di sektor pertanian. Vestanesia bisa membantu petani dalam membangun jejaring untuk mengembangkan usaha mereka,” kata Aidil Nursyah, peserta magang MSIB asal Bengkulu. (rls)
