MAKASSAR, BKM–Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan Koordiv. Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Amrayadi, mengemukakan bila semua pengawasan data pemilih berkelanjutan (DPB) yang telah dilakukan selama tahun 2022 pastilah melahirkan sejumlah hasil pengawasan dan catatan pengawasan.
Salah satu catatan penting pada pengawasan DPB adalah daftar inventaris masalah selama di tahun 2022. Ini semua dapat menjadi pelajaran penting untuk pengawasan tahapan penyusunan daftar pemilih pada pemilu 2024.
Demikian halnya dengan berbagai saran perbaikan yang telah diberikan Bawaslu Kabupaten/ Kota kepada KPU. Dari sekian banyak saran perbaikan ada yang ditindaklanjuti dan ada pula yang tidak ditindaklanjuti dengan berbagai alasan administrasi.
“Selama menjalani proses pengawasan DPB di tahun 2022, kita banyak melahirkan laporan dan berbagai catatan pengawasa. Semua ini akan bermanfaat bagi kita semua untuk menghadapi tahapan penyusunan daftar pemilih pemilu 2024,” kata Amrayadi saat memberikan arahan dalam kegiatan Fasilitasi dan Pelaporan Pelaksanaan Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih.
Salahsatu contoh kata Amrayadi adalah pemilih meninggal dunia yang menjadi temuan di lapangan. Kemudian dituangkan dalan saran perbaikan untuk KPU, namun belum dapat ditindaklanjuti karena kendala administrasi atau belum ada kererangan meninggal.
“Untuk itu melalui kegiatan ini kita bisa menjadi semua proses yang telah kita lalui untuk membangun strategi pengawasan pada tahapan Pemilu 2024 di masa akan datang,”pungkas Amrayadi. (rif)
