Site icon Berita Kota Makassar

Bermain Lepas, Rektor Unhas Prediksi Swiss Unggul 1-0

LAGA Portugas menghadapi Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2022 akan tersaji di Stadion Lusail, Qatar, Rabu dinihati (7/12) pukul 03.00 Wita. Timnas Portugal tampil sebagai juara Grup H. Mereka melaju setelah mengalahkan Ghana 3-2 dan Uruguay 2-0, serta kalah 2-1 dari Korea Selatan.

Sementara Swiss akan tampil sebagai runner-up Grup G. Mereka mengalahkan Kamerun 1-0 dan Serbia 3-2. Namun, di antara kedua laga itu kalah 1-0 dari Brasil.
Portugal, kampium Euro 2016, masih berusaha mengejar gelar pertamanya di Piala Dunia. Torehan terbaik mereka adalah lolos semifinal pada 2006. Pada 2018 dan 2010, mereka lolos ke babak gugur, sedangkan pada 2014 dan 2002 kandas di babak awal.

Swiss telah mencapai babak sistem gugur dalam tiga dari empat Piala Dunia terakhir. Tetapi mereka belum mencapai perempat final lagi sejak 1954.
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor untuk gol Piala Dunia terbanyak di Timnas Portugal. Rekor itu masih dipegang oleh Eusebio yang mencetak sembilan gol pada 1966 di Inggris, satu-satunya turnamen Piala Dunia yang dia ikuti.
Gol Xherdan Shaqiri melawan Serbia di babak penyisihan grup membuat dia telah mencetak lebih banyak gol di turnamen Piala Dunia daripada pemain Swiss lainnya. Ia juga mencetak gol pada 2014 dan 2018. Kini, ia berjarak satu gol lagi untuk menyamai gol Piala Dunia terbanyak yang dicetak oleh pemain Swiss, yakni enam gol oleh Sepp Huegi. Semuanya pada 1954.

Sebelum laga ini, kedua tim sudah berhadapan 25 kali. Swiss menang 11 kali, Portugal sembilan, dan lima pertandingan berakhir imbang. Di ajang Nations League Juni lalu, Portugal menang 4-1 di Lisbon, sementara Swiss menang 1-0 di Jenewa.
Meski diunggulkan dari segi kualitas, Swiss tentu berpotensi menghadirkan kejutan pada laga itu. Portugal sama sekali tidak boleh jumawa, kekalahan menyakitkan 1-2 dari Korea Selatan di laga sebelumnya harus betul-betul dijadikan pelajaran. Sebab kompetisi berformat turnamen selalu tidak bisa diprediksi. Sebuah tim raksasa bisa tiba-tiba tumbang oleh tim kuda hitam yang sama sekali tidak diunggulkan.
Maka di sanalah tugas seorang Ronaldo, untuk meredam potensi kejutan Swiss di laga nanti, sebagaimana yang sudah dilakukan Lionel Messi dan Kylian Mbappe yang sudah berhasil membawa tim mereka masing-masing ke babak perempat final. Bisa diartikan bahwa laga Portugal versus Swiss menjadi ajang pertaruhan bagi Ronaldo.
Jika memang Ronaldo seorang bintang sejati, maka membawa timnya lolos ke babak perempat final adalah hal yang wajib. Sebab hal itu sudah konsekuensi seorang pemain dengan nama besar.
Jika Cristiano Ronaldo gagal membawa Portugal berbicara banyak, maka namanya yang akan menjadi taruhannya. Ia akan dibanding-bandingkan dengan Lionel Messi yang lebih dulu membawa Argentina lolos ke babak delapan besar. Terlebih lagi, Messi mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 timnya atas Australia.
Tak sampai di situ, kariernya di level klub juga dipertaruhkan. Jika Portugal ditekuk Swiss, bukan tidak mungkin nilai seorang Ronaldo akan jatuh. Apalagi pada musim panas kemarin, sempat disebut bahwa tidak ada klub besar yang berminat mendatangkannya.
Di sisi lain, Swiss bukan tim yang mudah untuk ditaklukkan. Terbukti, Brasil dengan komposisi pemain bertabur bintangnya hanya mampu menang tipis 1-0.
Jiwa pemimpin dan segudang pengalaman Granit Xhaka, ditambah daya eksplosif seorang Xherdan Shaqiri bisa menjadi mimpi buruk bagi tim manapun. Nama terakhir yang disebut kerap kali menjadi pembeda selama Piala Dunia 2022, dengan mengemas satu gol dan satu assist di babak gugur.

Prediksi Rektor Unhas

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa memprediksi Swiss bakal bermain bagus tanpa beban melawan Portugal yang diunggulkan banyak orang akan memenangi pertarungan itu.

Ditemui di kampus Unhas, Senin (5/12), Prof JJ, sapaan akrabnya mengatakan, Swiss akan bermain maksimal mengimbangi Portugal yang diperkuat pemain bintang Christiano Ronaldo. Bagi Prof JJ, masa kejayaan Ronaldo sudah hampir selesai. Kesempatan ada di tangan Swiss. Kemenangan berpihak ke Swiss dengan prediksi gol 1-0.
“Jadi sebenarnya kalau saya ditanya, terus terang andalanku adalah Brasil. Tapi kalau ditanya Portugal atau Swiss, saya sedikit melawan arus. Saya tahu banyak yang suka dan menggungguli Portugal karena ada Ronaldo. Bagi saya, Ronaldo hampirmi selesai. Kasih kesempatan ke Swiss. Prediksinya seimbang. Tapi kalau boleh berharap, Swiss menang. Prediksi skor 1-0 untuk Swiss,” ungkap Prof JJ.
Dia menjelaskan alasan kenapa dirinya mengunggulkan Swiss, karena kesebelasan asuhan pelatih Murat Yakin itu akan bermain lepas tanpa beban. “Swiss ini bermain cool. Mereka akan bermain secara nothing to loose alias tanpa beban. Dia akan bermain lepas. Biasanya kalau bermain lepas, akan lebih maksimal,” jelasnya.
Prof JJ melanjutkan, kenapa banyak tim-tim underdog yang lolos hingga 16 besar, karena mereka besok secara lepas. “Kalau orang tidak punya beban atau tekanan, biasanya akan bermain lebih lepas,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar Mahyuddin lebih mengunggulkan Portugal ketika berhadapan dengan Swiss. ”Saya memprediksi tim Portugal akan jauh lebih unggul dibanding Swiss dengan skor 2-0. Dari strategi bermain tentu akan jauh lebih unggul Portugal,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, lanjut Mahyuddin, keunggulan yang dimiliki Portugal dibanding pemain swiss akan jauh lebih memudahkannya bisa mengalahkan Swiss. Apalagi ada penyerang sekelas Cristiano Ronaldo yang akan sangat ingin bermain, karena dia memiliki rekor yang cukup tangguh melawan Swiss.
“Dalam beberapa kali pertemuan Portugal dan Swiss, masih lebih unggul Portugal. Juga akan ad banyak serangan yang dilakukan di gawang Swiss nantinya,” ujarnya. (rhm-ita)

Exit mobile version