pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Welem: Kita Tak Boleh Jadi Kayu Bakar

MAKALE, BKM–Politisi tulen Partai Golkar Tana Toraja, Welem Sambolangi menilai jika pemilihan bupati (Pilbup) di Bumi Lakipadada 27 November 2024 memiliki dinamika dan fenomena baru.

Hal itu disampaikan Welem saat kongko-kongko bersama awak media diruang rapat pimpinan, Senin (5/12).
Menurut Welem yang juga Ketua DPRD Tana Toraja tiga periode ini, tinjauan politiknya menuju Pilbup Tana Toraja 2024, dirinya tidak menampik setiap perhelatan Pilbup, masyarakat sudah pintar menilai dan memilih calon bupati dan wakil bupati mana yang layak karena pengalaman politik dan pemahaman soal birokrasi.
“Masyarakat sudah menanti siapa calon bupati dan wakil bupati segera menyatakan kesiapannya siap maju untuk bertarung.”ujar Welem.
Menurut politisi senior partai berlambang pohon beringin rindang ini, masyarakat justru mengusulkan calonnya, dan cara berpolitik sehat seperti ini di wujudkan jika demokrasi kita semakin baik dan dewasa.

Ia juga menilai bahwa, masyarakat kini tak lagi berpatokan pada politik uang, melainkan lebih kepada keyakinan masyarakat melihat latar belakang figur.
“Masyarakat menunggu pemerintah yang mau mendengar, mau berdiskusi dan mau turun lapangan serta dekat dengan masyarakatnya, ujar Welem.
Terkait dirinya yang juga santer disebut akan maju sebagai calon wakil bupati karena memiliki banyak pengalaman4, Welem belum memutuskan. “Kita putuskan diwaktu dan timing yang tepat,”ucapnya.

Mantan ketua Partai Golkar Tana Toraja ini mengaku kita tidak boleh munafik. Meskipun peluang itu ada, namun jika belum ada yang sejodoh ditempat lain iuga kita berpolitik.

Jika memang ada yang bersedia paket dengan saya kita tunjukkan keboleh berpolitik. Hanya saja saya ini kader partai Golkar selalu menunggu perintah partai.
“Dan kalau itu harus terjadi hendaknya ada bargaining politik, tentu tidak boleh jadi kayu bakar, ban serep atau pelengkap, kita mau tunjukkan pengabdian kepada masyarakat, sebab merekalah yang memilih dan memberikan amanah. Kiranya kedepan figur calon wakil bupati melengkapi dan mengimbangi bupati cepat dan tepat mengambil kebijakan dan keputusan tepat kelola tata pemerintahan,” pungkas Welem (gus/rif/c).




×


Welem: Kita Tak Boleh Jadi Kayu Bakar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link