Site icon Berita Kota Makassar

Bupati Gowa Jagokan Inggris, Pejabat Pemkot Unggulkan Prancis

MAKASSAR, BKM — Juara bertahan Prancis akan mendapatkan tantangan untuk bisa mempertahankan gelar di Piala Dunia 2022. Sebab mereka harus bertemu Inggris pada babak perempat final yang belum pernah terkalahanan dalam turnamen ini. Laga akan tersaji di Al Bayt Stadium, Al Khor, Qatar, Minggu (11/12) dini hari pukul 03.00 Wita.
Saat duel Inggris vs Prancis, semua mata tentu tertuju pada Kylian Mbappe. Bintang Paris Saint-German (PSG) ini sedang berada dalam performa terbaiknya, tetapi Prancis belum tampil melawan tim kelas dunia. Sebab itulah, melawan Inggris akan menjadi pembuktian pemain 24 tahun itu.
Mbappe telah mengemas lima gol dan dua assist sepanjang perjalanan Les Blues dari fase penyisihan grup. Ia bersama Olivier Giroud telah memberikan tiga gol dan menjadi mesin gol Prancis.

Prancis, yang ingin menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar sejak Brasil pada 1958-1962, dilanda cidera menjelang turnamen. Gelandang Paul Pogba dan Ngolo Kante, dan pemain depan Karim Benzema absen.
Pelatih Didier Deschamps mencari formula baru untuk timnya. Susunan 11 pemain inti menampilkan lini serang yang menakutkan. Di depan ada Mbappe, Giroud dan Ousmane Dembele yang menjadi penghancur lini bertahan lawan. Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni mampu mengambil peran Pogba dan Kante di lini tengah, sedangkan Antoine Griezmann telah menjadi penghubung yang sempurna di antara lini.
Namun, Prancis memiliki masalah di lini belakang. Jules Kounde bukan bek kanan alami, sedangkan bek kiri Theo Hernandez selalu bermain lebih agresif. Timnas Inggris bisa mengeksploitasi kelemahan Les Blues ini.
Rabiot sangat menyadari bahaya Inggris saat menerapkan strategi permainan yang memanfaatkan sisi sayap lapangan. Mereka memiliki pemain yang cepat di sayap, fullback yang sangat ofensif. Tidak akan mengambil semua risiko karena kami juga bisa melukai mereka di sisi sayap.
Salah satu kekuatan yang muncul melalui turnamen ini adalah kedalaman skuad Inggris. Manajer Gareth Southgate telah mampu membuat kombinasi lini tengah dan penyerang sayapnya lebih progresif dan produktif dalam mencetak gol.
Penghitungan 12 gol di Piala Dunia 2022 menyamai capaian terbaik pada tahun 2018. Gol-gol tersebut juga telah dicetak delapan pemain. Harry Kane, pencetak gol terbanyak turnamen pada tahun 2018, hanya mencetak satu gol di Qatar. Tetapi dia telah berubah menjadi kreator serangan berbahaya para pemain Inggris lainnya. Tiga assist menjadi bukti peran pentingnya.

Jude Bellingham telah memantapkan dirinya sebagai kekuatan lini tengah. Ia bermain dengan percaya diri jauh melampaui usianya saat ini, 19 tahun. Keberadaan Marcus Rashford, Jack Grealish dan Raheem Sterling di bangku cadangan juga menjadi ancaman baru para pemain bertahan lawan saat menit-menit krusial.
Southgate memuji para pemain bertahannya setelah pertandingan babak 16 besar. Saat itu, timnya berhasil mencatatkan clean sheet ketiga berturut-turut di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Melawan Prancis, Harry Maguire dan John Stones akan meladeni Giroud, striker nomor sembilan murni. Namun, pertarungan kuncinya bisa jadi antara salah satu bek tercepat di turnamen dan penyerang tercepat: Kyle Walker vs Kylian vs Kylian Mbappe.
Pemain Prancis itu telah tampil maksimal di Qatar, sementara Walker tampaknya mulai pulih setelah menjalani operasi pada cidera pangkal paha pada bulan Oktober. Satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa Inggris tidak akan terkesima dengan capaian empat besar Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020.
Mengacu pada kekuatan yang dimiliki pemain Prancis, tidak salah bila banyak yang mengunggulkannya. Termasuk Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Makassar, Andi Bukti Jufri dan politisi Partai Gerindra Sulsel Hasmansyah. Namun, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan lebih menjagokan timnas Inggris.
”Sejak dulu saya timnya Inggris, sehingga pasti subyektif menilai. Siapapun lawannya, saya tetap pegang Inggris,” ujar Adnan, kemarin.
Sementara bagi Andi Bukti, Prancis adalah negara yang menjadi adalannya di Piala Dunia 2022. Baginya, Mbappe dan kolega merupakan sebuah tim dengan kekuatan yang terbilang kokoh bila melihat usia pemain didominasi oleh pemain muda. “Coba lihat itu, pemain Prancis tidak ada kendornya kalau kejar bola,” kata Andi Bukti.
Ia menuturkan, pemain dengan usia muda pasti memiliki stamina yang tak mudah menyerah dan menjadi penyokong utama mantapnya ritme permainan sebuah tim. Selain itu, startegi yang dapat diterapkan Francis dalam pertemuan melawan Inggris mesti dimaksimalkan pada strategi menyerang, dengan melihat tipikal permainan Inggris dalam beberapa pertandingan sebelumnya yang mengandalkan kekuatan pertahanan.

“Prancis punya penyerang yang tajam Kylian Mbappe. Selain pemain muda, juga berkualitas dari sisi penyelesaian. Di akhir akhir pertandingan ini dia bisa memperlihatkan kualitasnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Politisi Partai Gerindra Harmansyah. ”Mbappe akan menyajikan persembahan spesial di pertandingan ini dan menambah sejarah kekalahan Inggris ketika bertanding menghadapi Prancis,” ujar Harmansyah yang juga ketua Karang Taruna Indonesia Sulsel ini. (rhm)

Exit mobile version