Site icon Berita Kota Makassar

Kaji Perilaku Hidup Sehat di Kota Makassar, Dosen Unibos Raih Doktor di UNM

MAKASSAR, BKM — Perumahan deret dengan tipe kecil banyak dikembangkan, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal di Kota Makassar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perilaku hidup sehat bagi masyarakat yang menjadi penghuni rumah deret tipe kecil sangatlah rendah.

Padahal, hunian sebagai tempat manusia tumbuh dan berkembang membutuhkan lingkungan yang sehat dan bersih. Kebersihan hunian menjadi prioritas utama agar terhindar dari penyakit.

Fenomena tersebut memantik Syamfitrini Asnur, dosen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar mengkaji perilaku hidup sehat masyarakat penghuni rumah deret tipe kecil di Kota Makassar dengan judul penelitian disertasinya; Strategi Meningkatkan Perilaku Masyarakat Hidup Sehat pada Rumah Tipe Kecil di Kota Makassar.

Syamfitriani Asnur mempertahankan riset disertasinya di depan tim penguji pada Rabu, 14 Desember 2022 di Aula Gedung AD Lantai 5 Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM). Ketua sidang ujian promosi Prof. Dr. Anshari, M.Hum. dengan anggota: Prof.Dr. Muhammad Ardi, M.S. (Promotor), Dr. Muh. Ahsan S. Mandra, ST., M.T. (Kopromotor), Prof. Dr. Ir. Lahming, M.S., IPU., Prof. Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T., dan Dr. Ir. Aris Dollah, M.T. (Penguji Eksternal).

Wilayah sampel riset Syamfitriani Asnur dipilih dengan metode purpossive sampling, yaitu perumahan BTP, Minasa Upa, dan Perumnas Tidung. Jumlah sampel sebanyak 240 orang. Teknik analisis data menggunakan model regresi stepwise dan SWOT.

Hasil riset menunjukkan pertama, perilaku masyarakat hidup sehat pada kompleks perumahan tipe kecil di kota Makassar tergolong sedang. Kedua, pengetahuan masyarakat pada kompleks perumahan tipe kecil di kota Makassar tentang rumah sehat, hidup sehat, dan kualitas udara tergolong sedang.

Tingkat pengetahuan masyarakat tentang konservasi lingkungan tergolong rendah. Sikap masyarakat terhadap lingkungan, motivasi memelihara lingkungan, kenyamanan fisik dan psikis terhadap lingkungan, dan tingkat pendapatan semua tergolong sedang. Sementara komitmen lingkungan juga rendah.

“Ketiga, lima variabel yang menjadi penentu kebijakan pihak terkait sebagai strategi meningkatkan perilaku masyarakat hidup sehat adalah komitmen memelihara lingkungan, tingkat pendapatan, pengetahuan rumah sehat, konservasi lingkungan hidup, dan kenyaman fisik terhadap lingkungan yang sehat. Keempat, strategi meningkatkan perilaku hidup sehat di perkotaan adalah program strategis KIC (knowledge-income-comfort),” jelasnya.

Seusai menjawab semua pertanyaan, sanggahan, dan klarifikasi tim penguji, Syamfitriani Asnur dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,96 dan predikat kelulusan cumlaude atau dengan pujian. Ia tercatat sebagai alumni ke-1444 PPs UNM dan ke-97 Program Studi Pendidikan Kependudukan dan  Lingkungan Hidup (PKLH).

Ketua Prodi S-3 PKLH, Prof.Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T., menyampaikan rasa bangga atas raihan prestasi mahasiswanya. Ia memuji riset disertasi Syamfitriani Asnur karena berhasil meraih pendanaan Hibah Disertasi tahun 2022 Kemendikbudristekdikti. (rls)

Exit mobile version