pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mengemas Prodi yang Berbeda, Desain Alumni Tembus California

Tentang PSDKU Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar

MAKASSAR,BKM.COM–Persaingan di dunia pendidikan cukup ketat saat ini. Untuk itu dibutuhkan cara guna memenangkannya. Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar telah melakukan hal itu.

KEPALA Unit Pengelola PSDKU Makassar H Suardi, didampingi Ketua Prodi Periklanan Junaedi menjelaskan tentang kampus mereka dan apa yang dilakukan. Keduanya hadir di siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.
”Kita itu punya kampus utama di Jakarta Selatan. PDSKU itu ada dua di Indonesia, masing-masing di bagian timur ada di Makassar, dan bagian barat tepatnya di Medan. Kampus ini sebelumnya dikenal sebagai Balai Grafika. Kemudian direvitalisasi menjadi Politeknik Negeri Media Kreatif,” terang H Suardi.

Ada lima program studi yang dikelola saat ini. Masing-masing Prodi Teknik Grafika, Desain Grafis, Multimedia, Studi Periklanan, serta Prodi Penerbitan. Prodi ini sudah bertambah tiga, dari sebelumnya yang hanya dua, yakni Teknik Grafika dan Desain Grafis. Dua prodi tersebut sudah terakreditasi, sementara tiga prodi baru sementara proses visitasi, yang hasilnya diharapkan bisa keluar dalam waktu dekat.

Tentang jumlah mahasiswa, Junaedi yang mendampingi H Suardi menyebut bahwa secara kuantitas angkanya berada di kisaran 367 orang. Dalam setahun ada sekitar 150 sampai 200-an mahasiswa baru yang diterima.
”Seperti itu jumlah mahasiswa yang terus masuk, karena kebetulan kita Politeknik Negeri yang berada di bawah naungan Kemendikbud,” ujar Junaedi.

Lokasi kampus Polimedia Makassar yang terletak di wilayah Tamalanrea, tak dipungkiri dikeliling dengan kampus lainnya, baik negeri maupun swasta. Bahkan, H Suardi menyebut sedikitnya ada 12 kampus lain di luar Polimedia yang beroperasi di Kecamatan Tamalanrea. Walau begitu, kampus ini tetap menjadi pilihan sebagai tempat kuliah.
Hal itu tentu punya alasan. ”Mungkin karena sistem pembelajarannya yang berbeda. Karena kalau di Polimedia menerapkan pendidikan berbasis produksi dan kewirausaha. Kebijakan pemerintah menerapkan kewirausahaan sebagai solusi dalam membuka lapangan pekerjaan. Karena itu kita memberlakukan 40 persen teori dan 60 persen praktik. Ini yang berbeda dengan kampus lain,” terang H Suardi.

”Mungkin saja ada Prodi Multimedia di kampus lain, tapi berbeda kurikulumnya. Cara mengemasnya juga berbeda. Kalau di tempat lain mungkin 70 persen atau 80 persen teorinya, selebihnya adalah praktikum. Ini yang menjadi salah satu faktor sehingga banyak memilih kampus kita. Karena memang pendidikan vokasi beda. Kita ini termasuk pendidikan vokasi yang memang betul-betul siap kerja. Kenapa? karena kita ini selalu melakukan kerja sama dengan dunia industri dengan dunia usaha.

Apa yang menjadi muara dari lulusan kampus ini adalah siap bekerja dan produktif,” tambah H Suardi lagi.
Menyambung penjelasan itu, Junaedi menerangkan bahwa dalam proses pembelajaran pihaknya melakukan kolaborasi. Selain menggandeng dunia usaha dan industri (DUDI), juga melibatkan praktisi sebagai tenaga pengajar.
”Porsi dosen kami ada 25 persen dari kalangan dari praktisi. Mereka kami ajak untuk mengenalkan kepada mahasiswa, baik dalam proses pembelajaran maupun praktikum, tentang bagaimana dunia kerja di luar sana,” jelas Junaedi.
Terkait peluang kerja, Junaedi mengungkap bahwa dari hasil tracer yang dilakukannya, database mahasiswa yang lulus berada di angka 3,6 waktu tunggu lulusan. Artinya, enam bulan setelah selesai mereka telah bekerja. Termasuk menjadi wirausaha secara mandiri ataupun sebagai freelancer.

”Ini yang unik sebenarnya. Mungkin di beberapa prodi yang kami kelola ada mahasiswa yang seolah-olah pengangguran, padahal mereka itu produktif dalam menghasilkan karya,” ungkap Junaedi.
Hal itu dikuatkan oleh H Suardi. ”Selama menjadi Kepala Unit Pengelola PSDKU Makassar, saya seringkali mendapat telepon dari Kendari, Kolaka, Banjarmasin minta tenaga operator mesin cetak. Tapi jumlah kita kan ini sangat terbatas. Sebenarnya kita masih banyak peluang. Tapi mereka lebih berpikir untuk mandiri daripada bekerja di salah satu perusahaan, karena tidak mau terikat. Mereka maunya bebas,” terangnya.

Junaedi menjelaskan, pada bulan Januari 2023 akan dimulai tahapan penerimaan mahasiswa baru. Diawali pada jalur prestasi atau undangan yang diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK yang tahun ini duduk di bangku kelas II.
Di tanggal 6 hingga 8 Januari sudah ada penentuan siswa yang elegible dan boleh mendaftar. Mereka bisa memilih dua kampus negeri, baik universitas maupun politeknik.

Setelah itu dibuka lagi untuk jalur alumni SMA/SMK yang sudah tamat tahun ini, serta lulusan dua atau tiga tahun terakhir. Usia pendaftar maksimal 21 tahun. Dan terakhir adalah jalur mandiri.

”Untuk jalur ini, ada beberapa kriteria khusus yang kami berlakukan. Khususnya pada prodi desan grafis. Selain seleksi secara umum dengan penentuan portofolio, juga ada ujian gambar (desain grafis,” kata Junaedi.
Berbicara tentang alumni yang telah dihasilkan, Junaedi menyebut satu nama yakni Jefri yang telah meraih sukses. Desan grafis hasil karyanya mampu tembus California, Amerika Serikat.

”Waktu saya tanya tentang apa yang dikerjakannya, dia bilang orderanku masih laku, Pak. Sampai California,” ujar Junaedi, sambil menerangkan orderan yang dimaksud adalah desain grafis yang dibuat. (pkl1-pkl2)




×


Mengemas Prodi yang Berbeda, Desain Alumni Tembus California

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link