MALILI, BKM — Festival Sungai Malili (FSM) yang telah berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 10-14 Desember 2022 yang diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba-lomba tradisional, akhirnya resmi ditutup, Rabu (14/12).
Kegiatan yang bertemakan “Malili Doeloe, Kini, dan Masa Depan” ini, ditutup secara resmi oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman didampingi Ketua TP PKK Lutim, Hj. Sufriaty, dan Wakil Ketua I DPRD Lutim, HM. Siddiq BM, yang berlangsung di Andi Nyiwi Park Malili.
Festival Sungai Malili ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Lutim bertujuan untuk mempercepat terwujudnya program yang disebut oVioDi-oDioA (One Village One Destination, One Destination One Attraction) Menuju Luwu Timur 1001 event.
Bupati Budiman mengucap syukur karena bisa hadir kembali bersama-sama dalam rangka menghadiri acara penutupan Festival Sungai Malili ke-4 yang beberapa hari lalu dibuka secara bersama-sama juga di depan Anjungan Sungai Malili.
“Sebuah kebahagiaan bagi kita semua dalam rangka memberikan hiburan buat masyarakat dengan menggelar berbagai event yang dilaksanakan di 1 kelurahan dan 3 desa yang berada di pinggiran sungai Malili,” imbuh Budiman.
Bupati berharap kegiatan ini terus-menerus dilakukan. “Saya melihat ada inovasi baru, terima kasih kepada Kadis Parmudora beserta jajaran yang setiap saat memikirkan apa yang terbaik bagi daerah yang kita cintai bersama ini,” tuturnya.
Menurutnya, mungkin pembukaan dan penutupannya sederhana, tetapi masyarakat bisa menikmati apa yang menjadi suguhan kita dan semoga bisa dikembangkan lagi kedepan serta banyak lagi event-event yang bisa digagas.
Budiman juga membeberkan bahwa di tahun 2023 dalam rangkaian HUT Lutim ke-20, kegiatannya akan di mulai pada bulan Maret.
“Jadi agak panjang, sehingga seluruh kecamatan dan desa akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mensyukuri 20 tahun keberadaan Luwu Timur menjadi sebuah daerah otonom. Jadi kami mohon dukungan dan gagasan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Luwu Timur,” harapnya.
“Kita berharap dengan kegiatan HUT Lutim nantinya, roda perekonomian, ekonomi kreatif bisa semakin baik di daerah berjuluk Bumi Batara Guru yang kita cintai secara bersama-sama ini,” tutup Bupati Budiman. (rls)
