Site icon Berita Kota Makassar

Waspada, Tiga Hari Curah Hujan Tinggi!

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kota Makassar untuk mewaspadai tingginya curah hujan yang diperkirakan bakal terjadi hari ini, Jumat (16/12).

Orang nomor satu Makassar tersebut saat ini masih berada di luar kota. Namun, melalui grup WhatsApp Siaga Banjir, pada Kamis (15/12), Danny mengeluarkan peringatan agar seluruh pihak, utamanya OPD yang terkait penanggulanan bencana untuk siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
“Berhati-hati adanya risiko genangan hingga banjir besok (hari ini), tanggal 16 sekitar jam 7 pagi sampai sore,” tulis Danny sambil memperlihatkan grafik potensi curah hujan dan tinggi gelombang laut dari salah satu aplikasi.

Dia berharap, intensitas curah hujan tinggi tidak bersamaan dengan puncak pasang surut yang diperkirakan bakal terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. “Beruntung karena puncaknya sekitar jam 10 pasang surut. Tapi kita doakan semoga tidak terjadi (potensi banjir),” tambah Danny.
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Yudha Rizky, menjelaskan untuk tiga hari ke depan diperkirakan terjadi peningkatan intensitas curah hujan di Sulawesi Selatan. Menurutnya, ada 18 kabupaten/kota di Sulsel yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan pada 16-18 Desember. Salah satunya adalah Kota Makassar.

Sementara daerah lainnya adalah Luwu Utara, Luwu, Palopo, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Sinjai, Bulukumba, Bone, dan Kepulauan Selayar.
Kendati ada peningkatan curah hujan, namun menurut Yudha, tidak terdeteksi potensi terjadinya angin kencang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin menerangkan, berdasarkan prediksi atau prakiraan BMKG, memang puncak musim hujan mulai terjadi di Desember ini. Namun intensitas atau curah hujan tertinggi diperkirakan akan berlangsung pada Januari 2023 mendatang. Kapasitasnya diprediksi sangat tinggi.
Sesuai dengan intruksi wali kota, dia berharap semua harus waspada terhadap kondisi yang bisa saja terjadi. “Memang ada peringatan dini dari BMKG, selama tiga hari curah hujan cukup tinggi bisa terjadi,” ungkapnya saat dihubungi, kemarin.
Dia telah menginstruksikan seluruh personel dan jajaran BPBD senantiasa melihat potensi cuaca di tiga hari tersebut. “Dilihat dari cuaca dan instrumen dari BMKG bakal terjadi hujan cukup lebat di malam hari,” tambahnya.

Namun, dia berharap semoga intensitas hujan yang tinggi tidak bertemu di satu titik dengan puncak pasang air laut. “Kita harapkan bahwa curah hujan itu tersebar, tidak menumpuk di satu waktu karena itu yang menimbulkan genangan dan banjir,” imbuhnya.
Dari segi personel, kata Hendra, sebanyak 100 orang disiagakan. Itu belum termasuk relawan siaga bencana, dari Basarnas, dan relawan lainnya. Termasuk aparat TNI/Polri yang selalu hadir saat terjadi bencana.
Untuk peralatan, lanjutnya, BPBD Makassar dilengkapi sejumlah kendaraan pick up, dobel cabin guna mengarahkan personel dan peralatan. ”Kami punya pelampung, jaket, helmet. Ada juga perahu karet, dan peralatan rescue lainnya yang diperlukan,” ujarnya.
“Kami juga punya punya penyelam dan perlengkapan selamnya. Kami all out punya 100 personel, 60 di antaranya adalah TRC (Tim Reaksi Cepat) kami sudah siap,” tambahnya.
Dia melanjutkan, di Makassar ada lima kecamatan yang menjadi atensi sebagai daerah rawan banjir. Yakni Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Kecamatan Tamalate. (rhm)

Exit mobile version