BULUKUMBA, BKM — Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan survei akreditasi kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sulthan Daeng Radja. Tahap pertama survei akreditasi dilakukan secara daring sebagai pembuka pelaksanaan survei.
Owner RS Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf mendapat kesempatan pertama diwawancara secara daring oleh tim akreditasi KARS yaitu dr. Suriah Tjegge, dr. Azwar Amir, dan Ns. Lussy Sidonya Kambey. Saat wawancara, Bupati didampingi Sekkab Muh Ali Saleng, Kadis Kesehatan, Umrah Aswani dan Direktur RSUD, dr. Rizal Ridwan, serta hadir anggota DPRD, H Safiuddin di Aula RS, Senin (19/12).
dr Suriah mengapresiasi kehadiran dan kesediaan Bupati diwawancarai oleh tim akreditasi. Kehadiran Muchtar membuktikan komitmen Pemkab untuk melihat RS menjadi lebih baik dan berkembang ke depan. Ia pun menanyakan dua hal kepada Bupati, yaitu terkait tenaga kesehatan status kontrak di rumah sakit untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK), dan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan suntikan anggaran ke RSUD Andi Sulthan Daeng Radja.
Menanggapi hal tersebut, Andi Utta mengapresiasi dengan adanya survei akreditasi tersebut. Menurutnya survei ini menjadi wadah evaluasi kinerja RS sehingga bisa lebih baik dan kompetitif dengan rumah sakit lainnya, baik swasta maupun rumah sakit milik pemerintah.
Terkait tenaga kesehatan kontrak, pihaknya mendorong SDM tenaga kesehatan RS bisa lebih baik, memiliki standar keilmuan melalui serangkaian tes saat perekrutan.
“Jika ingin menjadi PPPK harus mengikuti seleksi meski sudah mengabdi beberapa tahun. Perekrutannya mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ungkapnya.
Terkait anggaran RS tetap menjadi perhatian memberikan alokasi sesuai kebutuhan. Seperti dengan OPD lainnya, pihak RS membuat perencanaan anggaran untuk kemudian dibahas bersama DPRD dan pembahasan APBD setiap tahunnya.
Sementara itu dr. Azwar Amir lebih menyarankan Bulukumba menjadi salah satu daerah rujukan penanganan pasien yang dipadukan dengan potensi wisata Bulukumba. Ia berharap ke depan, Bulukumba menghadirkan rumah sakit wisata.
“Selain berobat, orang juga melakukan wisata, karena memang Bulukumba memiliki potensi wisata alam itu,” pintanya.
Terpisah, Direktur RSUD, dr. Rizal Ridwan Dappi optimis akreditasi paripurna bintang lima yang diperoleh tahun 2018 dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
“Akreditasi ini dilakukan setiap empat tahun sekali, sehingga kita pun optimis status paripurna ini dapat dipertahankan setelah kita melakukan berbagai pembenahan,” ungkapnya. (min/C)
