BULUKUMBA, BKM — Peringatan HUT ke-77 PGRI Hari Guru Nasional di Kabupaten Bulukumba berlangsung meriah. Sebanyak sembilan ribu guru tumpah ruah mengikuti upacara di Stadion Mini Bulukumba, Rabu (21/12).
“Sekitar sembilan ribuan yang hadir berdasarkan absensi. Mulai dari guru TK, SD, SMP dan SMA. ASN maupun non ASN, serta tenaga kependidikan dan pengawas,” ujar Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba, Andi Buyung Saputra.
Dia menjelaskan peringatan Hari Guru Nasional di Bulukumba merupakan momen spesial bagi guru. Sebab, itu pertama kali bagi guru berkumpul dalam satu tempat untuk upacara.
“Biasanya upacara peringatan Hari Guru hanya diikuti oleh perwakilan-perwakilan sekolah saja. Sekarang, semua guru dapat merasakan secara langsung peringatan Hari Guru ini,” katanya.
Buyung mengemukakan semangat di balik peringatan Hari Guru ini. Pertama, guru-guru diharap dapat bersatu mewujudkan merdeka belajar sebagai program nasional. Guru-guru diharap dapat mewujudkan program generasi emas. Selain itu, implementasi kurikulum merdeka belajar melalui program ‘Back to Nature’.
“Program ini satu siswa satu tanaman produktif. Tadi, kita sudah MoU (Memorandum of Understanding) dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan disaksikan Bupati. Program ini harus berkelanjutan karena menjadi bagian dari kurikulum,” ujarnya.
Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Bulukumba, Sahiruddin menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bulukumba. Ia menyebut, kesuksesan HUT ke-77 PGRI ini, berkat supporting dari Bupati-Wabup, serta Disdikbud Bulukumba.
“Kita harap Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tahun ini, dapat menjadi motivasi bagi guru untuk semakin meningkatkan kualitasnya dalam mengemban amanah sebagai front terdepan dalam mencerdaskan anak-anak dan mewujudkan generasi emas,” imbuhnya.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengucapkan selamat HUT ke-77 PGRI, yang juga ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional pada setiap 25 November. Ia menaruh harapan agar para guru memberikan pencerahan dan tatanan yang lebih berkualitas dalam segala aspek kehidupan kemasyarakatan, khususnya di bidang pendidikan.
Dalam proses pendidikan, katanya, guru menjadi aktor utama yang memainkan peran penting pada berbagai episode pendidikan.
“Guru adalah jembatan emas bagi generasi muda yang akan melanjutkan episode pembangunan daerah Kabupaten Bulukumba ke depan,” kata bupati yang akrab disapa Andi Utta.
PGRI, lanjut Andi Utta harus lebih mengedepankan sikap terbuka dan inklusif, dengan memegang teguh etika, saling menghormati dalam spirit organisasi yang mandiri.
“PGRI juga, harus terus menjaga kemitraan yang strategis dan konstruktif dengan Pemkab dan menjadi saluran aspirasi para anggotanya dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik,” jelas Andi Utta. (min/C)
