MAKASSAR, BKM — Cuaca ekstrem melanda Kota Makassar, Jumat (23/12). Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menumbangkan pepohonan. Salah satunya pohon trambesi berukuran besar dan berusia tua di samping kantin SMP Kartika Chandra Kirana (Kachak) di Jalan Sungai Larian, Kecamatan Ujung Pandang.
Peristiwa yang terjadi pukul 10.26 Wita ini menyebabkan lima orang terluka. Saat kejadian, mereka tengah menikmati menu bakso Anjas yang terletak di depan Lapangan Tenis Hasanuddin.
Kelima korban adalah Elvisa Rose Lany (42), seorang ibu rumah tangga, warga Jalan Bambapuang. Hery Risnandar (47), seorang penjual di kantin SMP Kartika, beralamat di Jalan Jalahong Dg Matutu. Doni (42), penjual di kantin SMP Kartika, warga Jalan Pelita Raya.
Korban lainnya, Martinus Ola (42), pengemudi mobil transportasi daring, warga Jalan Bambapuang. Fitriani Sudirman (38), ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Tinggimae Lorong 55 No 30 C, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.
Seorang saksi bernama Sandi (34) menuturkan kepada polisi tentang apa yang dilihatnya pada saat kejadian. Penjual bakso yang beralamat di Jalan Bonto Biraeng, Kelurahan Barombong, Kabupaten Gowa ini menjelaskan bahwa pada pukul 10.26 Wita ia mendengar suara keras, seperti suara guntur. Tetiba terlihat sebuah pohon besar yang terletak di depan rumah mantan Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar, tumbang.
Pohon tersebut langsung menimpa atap jualan Bakso Anjas Kachak dan kantibn SMP Kartika. Ketika kejadian berlangsung, sebagian korban sementara makan bakso. Selanjutnya saksi membantu mengangkat korban ke mobil ambulans yang datang sesaat setelah kejadian. Para korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia dan langsung mendapat perawatan medis.
Sesaat setelah kejadian, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar tiba di lokasi. Mereka langsung memotong batang pohon yang tumbang dengan menggunakan mesin senso. Alat berat jenis eskavator juga dikerahkan.
Kerugian materil akibat kejadian ini, di antaranya pagar dan atap lapangan tenis Hasanuddin rusak parah. Demikian pula dengan kios dan kantin SMP Kartika, serta gerobak bakso. Sementara pagar SMP Kachak rusak ringan.
Kapolsek Ujung Pandang Syarifuddin bersama personelnya tiba lokasi kejadian. Demikian pula tim evakuasi dari personel Damkar, TNI, Brimob serta instansi terkait terkait.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando, mengakui adanya lima orang yang terluka dalam peristiwa tersebut. Korban Elvisa mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kanan dan merasakan pusing akibat tertimpa pohon. Hery Risnandar merasa sakit pada kaki sebalah kanan.
Sementara korban Doni mengalami pinggang sakit serta kepala bagian belakang akibat tertimpa pohon. Martinus Ola sakit di bagian dada dan terasa sesak. Fitriani terluka di kaki kanan.
Fitriani yang ditemui di RS Pelamoni, mengatakan saat peristiwa pohon tumbang terjadi, dirinya sementara makan bakso di lokasi kejadian bersama anak bayinya. “Jadi saat makan bakso, terdengar suara seperti guntur sangat besar. Belum sempat bertanya, pohon sudah menimpa kaki saya,” ungkapnya.
Dia mengaku, refleks langsung mendorong anak bayinya ke arah tembok sebelah kanan yang terlihat lapang. Fitri mengaku berteriak sekeras-kerasnya agar ada orang melihat dan menolongnya.
“Beruntung orang-orang datang menolong. Anak saya langsung diselamatkan oleh penjual bakso di sana,” kata Fitri.
Proses evakuasi pun dilakukan dan Fitri segera dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia. Dia menderita luka yang cukup parah di kakinya dan kemungkinan besar bakal dioperasi.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan pemantauan langsung ke lokasi pohon tumbang ba’da Jumat. Orang nomor satu Makassar itu mengatakan, dirinya ditelepon langsung oleh Andi Herry Iskandar sekaitan dengan pohon tumbang di depan rumahnya. “Ternyata pohon yang tumbang itu merupakan pohon trembesi tertua di Makassar,” kata Danny.
Diapun menginstruksikan semua OPD terkait untuk segera turun melakukan langkah-langkah penanganan. Termasuk memerintahkan agar memangkas ranting-ranting pohon yang cukup rawan di seluruh wilayah yang ada di Makassar.
Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi beban pohon. Apalagi kalau daun dan dahannya basah, beratnya bisa bertambah dua kali lipat.
“Kita kan tidak bisa tebang pohon seenaknya. Bisa dipidana kalau main potong-potong sembarang. Tapi kalau pangkas ranting-ranting bisa lah. Kebetulan kita punya mobil baru yang dengan trem yang cukup panjang, dan beberapa alat potong pohon yang sudah disiapkan,” kata Danny.
Danny meminta ke BPBD untuk melakukan mitigasi terhadap seluruh potensi bahaya, termasuk ancaman pohon tumbang.
Wali Kota Makassar dua periode itu pun mengunjungi korban pohon tumbang yang sementara dirawat di RS Pelamonia. Dia mendatangi satu per satu korban untuk diberi semangat. Danny pun menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin untuk menanggung segala biaya pengobatan para korban.
Sementara itu, Wakil Kepala Rumah Sakit Pelamonia, Letkol CKM dr Wildan Sani, Sp.U menjelaskan ada lima korban pohon tumbang yang dirawat di RS Pelamonia. Secara umum, kata Wildan, seluruh korban dalam kondisi stabil. Namun ada dua yang masih dalam proses observasi ketat. Sementara tiga korban lainnya boleh rawat jalan karena hanya luka ringan.
” Yang dua lagi sedang kita observasi. Kemungkinan rawat inap. Kta observasi ketat dulu mungkin perlu perawatan inap untuk dilakukan tindakan,” tandas Wildan. (jul-rhm)
