pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

IAS-Aura Nostalgia Masa Lalu di Warkop

GOWA, BKM–Dua politisi senior Sulsel, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Dr H Amir Uskara (Aura) ngopi bareng di Warung Kopi 36, Sungguminasa Gowa, Minggu (25/12).

Pertemuan IAS dan Aura ini memantik sejumlah spekulasi politik. Sekaligus menjadi buah bibir menyusul melonjaknya eskalasi politik jelang pileg, pilpres dan pilkada.
Apalagi, IAS memang sudah menegaskan diri siap maju pada Pilgub 2024 mendatang. Saat ini, sejumlah pihak juga mengusulkan agar wali kota Makassar 2004-2014 itu bisa menggaet tokoh dari Selatan Sulsel sebagai pendamping di pilgub 2024 mendatang.

Sementara itu, Aura adalah mantan ketua DPW PPP Sulsel yang sekarang menjabat waketum DPP PPP. Ketokohannya di level nasional begitu melejit lewat partai berlambang kakbah itu.
Secara spesifik, Aura muncul sebagai politisi berbintang paling terang di wilayah Selatan Sulsel yang bukan berlatar belakang mantan atau kepala daerah aktif.

Jejak politiknya begitu dalam tertanam di Selatan Sulsel, khususnya di Kabupaten Gowa. Itu terbukti dengan kiprahnya sebagai anggota DPRD Gowa dua periode, lalu DPRD Sulsel dari dapil Gowa satu periode, dan dua periode menjadi anggota DPR RI dari dapil Sulsel 1.
Bukti lain, Aura juga berhasil keluar sebagai peraih suara tertinggi kedua se-Sulsel, dan peraih suara terbanyak di dapil Sulsel satu. Raihan 91 ribu suara di pileg 2019 lalu membuktikan pengaruhnya di wilayah Selatan bukan kacangan.

Hanya saja, saat dikonfirmasi apakah pertemuan keduanya adalah isyarat bakal menyatu pada pilgub 2024 mendatang? keduanya memilih menanggapi dengan penuh canda.
“Saya dan beliau ini punya cerita panjang. Sama-sama di HIPMI dulu dan sama-sama merintis karier lewat partai politik dari bawah. Jadi kalau ketemu ngopi-ngopi, tidak harus selalu karena persoalan pilgub,” ujar IAS.
Obrolan dua tokoh senior ini memang lebih banyak bermuatan nostalgia. Apalagi, keduanya bersepakat lebih banyak bahas masa lalu tetimbang masa depan. Sambil bercanda, keduanya mengaku khawatir bakal ada yang merasa tidak nyaman ketika obrolan menuju pada rumusan masa depan.
“Kita bahas masa lalu saja dulu. Karena kalau saya sama beliau (IAS-red) bahas masa depan, takutnya nanti banyak yang akan berpikir macam-macam,” ujar Aura disambut tawa bersama. (jun/rif)




×


IAS-Aura Nostalgia Masa Lalu di Warkop

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link