WALI KOTA Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyebutkan lorong wisata menjadi solusi besar dalam menangani berbagai persoalan yang ada di Kota Makassar
Kelihatannya kecil, namun dampak dari program ini sangat besar.
“Jadi ini menjadi solusi besar. Seperti lorong wisata yang mana berlangsung di gang-gang (lorong-lorong). Kelihatannya kecil tetapi jumlahnya besar. Sampai saat ini sudah ada 1.092 lorong. Tahun depan ditambah 1.000 lorong lagi dan harapannya pada akhir masa jabatan saya sudah sampai 5.000 lorong,” kata Danny.
Ia katakan Longwis merupakan serial program untuk lorong-lorong di Makassar, dari awalnya Lorong Garden yang berhasil membuat masyarakat punya harapan untuk memperbaiki kehidupannya melalui dukungan Pemerintah Kota Makassar.
“Seri terakhir ini adalah lorong wisata. Ini menjawab persoalan Food Sekuriti atau Keamanan Pangan, Ekonomi, Sosial, Smart City dan konten lainnya yang di total menjadi 18 konten. Jadi ada inovasi food sekuriti, sirkulasi ekonomi masyarakat, lebih dari itu membuat masyarakat kompak,” ungkap Danny sapaan akrab wali kota.
Hal yang paling menarik dari longwis ini ialah semua unsur terlibat bahkan setiap lorong itu dibuat dewan lorong yang terdiri atas orangtua, perempuan dan millenials.
Masing-masing lorong, kata orang nomor satu Makassar ini, mendesain lorongnya sendiri, seperti drainasenya, melukis dan mengkreativitaskan lorongnya.
Selanjutnya, dengan telah diluncurkannya kendaraan listrik Co’mo maka akan menjadi fasilitator bagi tamu-tamu untuk menuju ke lorong wisata.
Co’mo, ujar Danny ialah bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam hal kendaraan listrik dengan desain canggih karena menggunakan sensor dengan kendali melalui smartphone.
“Paling menarik ialah sistem pengisian baterainya dengan energi matahari. Jadi double baterai, ketika habis yang satu maka pindah ke lainnya dan yang habis terisi sendiri. Kenapa? Karena kalau dari energi matahari maka full kita mendukung transformasi menuju energi terbarukan. Pemkot menargetkan 15 unit untuk masing-masing kecamatan,” tandasnya. (rhm)
