MAKASSAR, BKM — Cuaca ekstrem masih terus terjadi di Kota Makassar hingga Kamis (29/12). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Aryati Puspasari Abadi, menyebut dalam sehari jumlah pohon tumbang tercatat lebih dari 10. Ia kemudian merincikannya. Masing-masing satu pohon petai cina dilaporkan tumbang di Nusa Tamalanrea Indah. Akibatnya, satu rumah warga mengalami kerusakan.
Selain itu, satu pohon jenis Spathodea di Jalan Urip Sumoharjo juga dilaporkan tumbang. Kemudian di Kompleks Permata Hijau Jalan Hertasning jenis mahoni yang mengakibatkan rumah warga tertimpa pohon.
Di Jalan Meranti, halaman STIE AMKOP, satu pohon mahoni juga tumbang mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dan pagar halaman STIE AMKOP mengalami kerusakan. Di halaman kantor Gubernur Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, satu pohon trembesi berukuran besar tumbang yang mengakibatkan tujuh orang mengalami luka.
Di Jalan Kandea (SD Negeri 2 Baraya), satu pohon jambu dan satu pohon kersen tumbang menimpa pagar halaman sekolah. Di Jalan Abu Bakar Lambogo, satu pohon mangga tumbang menimpa rumah warga. Sementara itu, di Jalan Ratulangi (Mess Kesdam) satu pohon mangga tumbang mengakibatkan atap rumah rusak karena tertimpa dahan pohon.
Hal yang sama terjadi di Jalan Chairil Anwar. Dua unit mobil yang sementara melintas tertimpa batang pohon yang berukuran cukup besar. Pohon yang tumbang berada di halaman rumah HM Aksa Mahmud. Satu unit mobil Toyota Avanza dan sebuah mobil kampas rusak karena tak bisa menghindar ketika pohon tetiba tumbang.
Seorang saksi menuturkan, sebelum pohon tumbang berlangaung hujan deras dan angin kencang sekitar beberapa menit. Tak lama kemudian, satu pohon besar tumbang ke Jalan Ince Nurdin. Selain dua mobil, batang pohon juga menimpa atap parkir.
Selain pohon tumbang, angin kencang juga merusak sejumlah rumah di Blok F Aspol Toddopuli, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini. Peristiwa ini berlangsung pada pukul 12.00 Wita. Rerata rumah yang terdampak, mengalami kerusakan pada bagian atap seng yang diterbangkan angin.
Banjir juga masih terus menghantui warga Makassar. Akibatnya, banyak di antara mereka yang tetap bertahan lokasi pengungsian.
Di Kelurahan Katimbang, berdasarkan laporan Camat Benyamin Turupadang, hingga kemarin banjir di beberapa titik masih cukup tinggi. Seperti di Jalan Kotipa XVI dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Begitu juga beberapa lokasi lainnya. “Jadi ketinggian air di sekitar Jalan Kotipa mulai dari 65 cm hingga 100 cm,” jelasnya.
Di BTP Blok AE RW 003, ketinggian air juga masih cukup tinggi, mencapai 70 cm. Demikian pula di BTP Blok AF, ketinggian air mencapai 70 cm, NHP RW 02 ketinggian air mencapai 75 cm. “Total pengungsi mencapai 1.232 jiwa dari 378 KK,” tambahnya.
Di Kecamatan Manggala, menurut Camat Andi Fadly, jumlah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian sebanyak 1.355 orang atau 337 kepala keluarga. (rhm)
