MALILI, BKM — Bupati Luwu Timur, H. Budiman memimpin rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pekerjaan fisik pembangunan akhir tahun 2022, di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Rabu (28/12). Rakor diikuti seluruh kepala OPD, staf ahli, Kabag, Sekretaris dan Camat lingkup Pemkab Lutim.
Budiman meminta OPD lebih progresif dalam realisasi dan penyerapan anggaran serta aktif memaksimalkan penyerapan anggaran. Hal ini terkait beberapa OPD yang belum maksimal dalam penyerapan anggarannya.
“Waktu efektif kita semakin sedikit jadi OPD harus terus berupaya semaksimal mungkin,” kata Bupati.
Untuk mempercepat penyerapan anggaran pada masing-masing OPD, dia menyarankan agar pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawabannya dipercepat, meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja serta meningkatkan monitoring, evaluasi dan pengawasan internal.
Bupati juga mengecek langsung langsung satu persatu para Kepala OPD guna mengetahui kemajuan progres pekerjaan pembangunan yang dilakukan terutama OPD yang daya serap anggarannya dibawah 92 persen.
Setiap Kepala OPD selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menyampaikan progress fisik dan keuangan, permasalahan yang dihadapi, upaya penyelesaian serta capaian realisasi anggaran.
Sementara Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setdakab Luwu Timur, Andi Djuana Fachruddin melaporkan jumlah pekerjaan fisik yang mengalami keterlambatan sebanyak 35 paket yakni Dinas Pendidikan 1 Paket, Dinas PUPR 4 paket, Dinas Kesehatan 3 paket, Dinas Parmudora 1 paket, Sekretariat Daerah 1 paket, BKAD 1 paket dan Dinas Pertanian 24 paket.
Sementara paket pekerjaan yang menyeberang tahun yaitu Dinas PUPR 2 paket dan Dinas Parmudora 1 paket. Dia menyarankan, apabila hingga akhir kontrak pelaksanaan pekerjaan belum selesai, sebaiknya diberi kesempatan memperpanjang waktu kontrak namun dikenakan denda 1 persen (satu permil) per hari keterlambatan dengan maksimal 50 hari keterlambatan. (rls)

