Site icon Berita Kota Makassar

Pertarungannya Terpusat Pada Lingkaran Elite Parpol

MANAGER strategi dan operasional lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam melihat sistem proporsional tertutup tidak relevan dengan semangat dan substansi demokrasi.
“Sistem itu (Proporsional Tertutup) menutup ruang partisipasi masyarakat dalam memilih wakil rakyat,” ujar Nursandy, Senin (2/1).

Pertarungannya akan terpusat pada lingkaran elite parpol semata. Menurutnya, siapa yang mampu merebut dukungan elite parpol maka peluang keterpilihannya bisa lebih besar.
Dirinya menyebut dampaknya akan banyak figur yang tadinya berkeinginan untuk nyaleg kembali menakar ulang hingga mengurungkan niat politiknya.

“Idealnya sistem pemilu kita makin mendekatkan kepada pemilih, bukan malah semakin menjauhkan pemilih,” jelasnya.
Karena itu, dia menilai sistem proporsional terbuka yang sudah dijalankan sejak 2009 masih menjadi yang terbaik untuk diterapkan. Meskipun sistem ini masih memiliki banyak kekurangan, seperti biaya politik mahal hingga dominasi personalisasi caleg ketimbang partai.
“Namun, sistem yang terbuka ini membuat pemilih lebih mudah mengenali dan mengidentifikasi latar belakang caleg di dapilnya,” tuturnya.

“Tahapan pemilu sedang berjalan maka agenda untuk mendorong pergantian sistem pemilu sebaiknya dapat ditunda atau ditahan hingga seluruh tahapan Pemilu 2024 dapat sepenuhnya dijalankan dengan baik,” jelasnya. (jun/rif)

Exit mobile version