GOWA, BKM — Sedikitnya 40 unit rumah di Dusun Pakkatto Caddi, Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa mengalami kerusakan yang cukup parah akibat diterjang angin puting beliung, Selasa (3/1) pukul 14.00 Wita. Kondisi yang sama terjadi di jalan poros Barombong Bontopajja. Kemarin pagi, sejumlah rumah rusak ketika angin kencang melanda Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong.
Puluhan rumah yang terletak di pinggir jalan poros Pakkatto Caddi-Bolangi Pattallassang, rerata hilang atap bersama rangkanya. Saat kejadian di tengah guyuran hujan dan angin kencang, warga sekitar kantor Desa Pakkatto melihat benda-benda beterbangan di udara.
Awalnya dikira dedaunan dari pohon. Ternyata setelah diperhatikan, itu adalah lembaran seng atap rumah warga yang diterjang angin puting beliung. Bahkan, satu atap rumah beserta rangkanya terangkat diterbangkan angin, dan jatuhnya malah menimpa atap rumah lainnya.
Pascaterjangan angin, Kepala Dusun Pakkatto Caddi Muh Amir Dg Sele bersama Kades Pakkatto Basir, dan para staf desa langsung datang lokasi yang tidak jauh dari kantor desa dan SMPN 1 Bontomarannu. Tak lama berselang, Camat Bontomarannu Syafaat juga menyusul.
Mereka menyaksikan kerusakan yang diakibatkan oleh amukan puting beliung. Selain atap rumah yang hilang dari rangka, sejumlah pohon besar di pinggir jalanan juga ikut tumbang. Hal ini membuat jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Bontomarannu dengan Pattallassang sempat tertutup lantaran batang pohon yang tumbang melintang di atas jalanan.
Camat Bontomarannu Syafaat yang dikonfirmasi pukul 15.53 Wita, kemarin, mengatakan angin kencang diperkirakan berlangsung pukul dua siang, di saat hujan sedang reda.
“Sekarang aparat kami sementara mendata jumlah rumah yang rusak. Awalnya yang terdata sekitar 32 rumah rusak berat. Tapi kemungkinan lebih dari itu, sebab masih dilakukan pendataan. Selain itu, kami juga sudah hubungi Dinas Lingkungan Hidup dan telah mengerahkan mobil hidrolik untuk memangkas pohon-pohon tumbang dan yang berpotensi tumbang di poros jalan Pakkatto Caddi, ” terang Syafaat.
Terpisah, Kades Pakkatto Basir kepada BKM, mengatakan pihaknya mencatat ada 35 rumah rusak berat. Meski kondisinya rusak parah, namun tidak ada pemilik rumah dan keluarganya yang mengungsi, sebab sebagian di antaranya masih bisa dihuni.
“Untuk sementara 35 rumah terdata yang ruak parah. Tidak ada warga yang mengungsi. Kita masih menunggu bantuan dari Pemkab untuk memenuhi kebutuhan sementara warga terdampak, seperti tenda. Karena rata-rata atap rumah warga yang hilang diterbangkan angin. Saat ini kami semua bekerja bakti mulai dari Pak Camat, Pak Kapolsek, Pak Danramil, para Babinsa dan Bhabinkantibmas serta warga dengan dibantu armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan PLN melakukan pembersihan pohon tumbang. Semoga hujan tidak turun dulu, karena banyak rumah warga kini kondisinya terbuka lebar karena hilang atapnya,” kata Basir.
Sementara di Lembang Parang, Kecamatan Barombong, angin kencang mengamuk pada pagi hari. Ada belasan rumah yang mengalami kerusakan parah.
”Kejadiannya bermula saat hujan yang berlangsung cukup lama, disertai angin kencang berkisa 15-20 menit. Kerusakan kebanyakan pada bagian atap,” ujar Ernawati, salah seorang warga Lembang Parang.
Sesaat setelah kejadian, pemerintah setempat langsung datang ke lokasi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian yang dialami masih dalam proses pendataan. (sar-pkl2)

