MAKASSAR, BKM — Hujan dengan intensitas cukup tinggi masih terjadi di Makassar hingga Kamis (5/1) kemarin. Di sejumlah wilayah, hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang. Tercatat, sembilan pohon tumbang yang terjadi sejak pagi hingga sore kemarin, yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Selain itu, intensitas hujan yang cukup tinggi juga mengakibatkan sejumlah wilayah mulai tergenang air. Di Kecamatan Biringkanaya, dua kelurahan yang kerap menjadi langganan banjir, yakni Kelurahan Paccerakkang dan Katimbang, air kembali menggenangi sejumlah perumahan.
Camat Biringkanaya Benyamin Turupadang, menjelaskan ketinggian air di beberapa kompleks perumahan di dua kelurahan tersebut antara 25 cm hingga 50 cm. Lokasinya tepat di depan Masjid Al Mubarak, Perum. Griya Anugerah dan Pesona, Perumahan YPPKG RW 01, dan Perumahan Mangga Tiga dan sekitarnya.
“Seperti di Jalan Kotipa, ketinggian air di sana mencapai 45 cm. Sementara di Kelurahan Paccerakkang, ketinggian air capai 25 cm,” ungkap Benyamin, kemarin.
Dia pun memberi peringatan agar warga lebih waspada dan berhati-hati adanya banjir susulan akibat cuaca ekstrem ini. Benyamin juga meminta warga agar bersiap-siap kembali mengungsi jika air kembali menggenangi tempat tinggal mereka.
“Warga kita diminta agar bersiap-siap mengungsi apabila sudah dianggap tidak bisa beraktivitas di rumah,” jelasnya.
Diapun mengingatkan warga untuk mengikuti jalur evakuasi yang telah ditetapkan oleh kelurahan ke titik-titik evakuasi yang ditentukan guna mendapat pelayanan yang baik dari pemerintah. Selain itu, warga juga harus selalu memonitor informasi dan terus berkoordinasi dengan RT/RW hingga tim tanggap darurat di tingkat kelurahan.
“Yang utama juga selalu berdoa semoga air tidak semakin naik, dan kita terhindar dari segala bencana,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali mengimbau warga untuk selalu waspada menyikapi cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir. Khususnya bagi mereka yang bermukim di tempat-tempat yang kerap terendam banjir.
“Seperti prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, cuaca buruk, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi hingga beberapa hari ke depan. Sampai tanggal 9 Januari,” ungkap Danny, kemarin.
Sementara itu, meski tidak sempat datang langsung melayat ke rumah warga yang tertimpa musibah pohon tumbang yang mengakibatkan dua orang meninggal, Danny Pomanto melalui video call mengucapkan belasungkawa ke Dg Rajab, suami almarhumah Nursiah.
“Sabarki nah, saya turut berduka cita. Saya mohon maaf belum sempat datang,” ucap Danny Pomanto kepada Dg Raja melalui video call, Rabu (4/1) malam.
Danny selanjutnya memerintahkan Camat Biringkanayya Benyamin Turupadang untuk memastikan semua kebutuhan keluarga korban terpenuhi. Mulai dari kain kafan hingga mobil ambulans yang akan mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya.
“Saya minta tolong Pak Camat bantu maksimal apa yang bisa dibantu. Bagaimana ambulans? Sudah ada,” kata Danny Pomanto kepada Benyamin Turupadang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aryati Puspasari Abadi, menyebut beberapa lokasi yang menjadi tempat kejadian pohon tumbang kemarin. Di antaranya, di UPTD Dishub Terminal Daya Jalan Perintis Kemerdekaan yang mengakibatkan pagar kantor rusak.
Sementara di Jalan Lorong Salekoa Bulan, Kecamatan Tallo, dua pohon jenis trembesi tumbang mengakibatkan akses jalan tertutup. Di Kompleks Kampung Bugis Sudiang, Jalan Poros Makassar-Maros, satu pohon mangga dan satu pohon sappe juga tumbang. (rhm)
