BARRU, BKM — Sejumlah titik kebocoran terjadi di Masjid Agung Barru setelah atap bagian kubah diterbangkan angin kencang beberapa waktu lalu. Air hujan berjatuhan diberbagai titik lantai yang menjadi tempat salat di ruang utama masjid.
Panitia masjid terpaksa menadah air ini dengan terpal dan beberapa tempat lainnya sebagai wadah untuk menampung air hujan yang turun membasahi ruang salat. Saat berlangsung salat berjamaah, saf tidak lagi beraturan karena terpotong oleh tempat penampungan air hujan.
Ketua Demisioner Pengurus Masjid Agung Nurul Iman Barru, Abustan dihadapan jamaah menyatakan kebocoran atap kubah dari masjid ini sedang diupayakan diperbaiki.
“Kami sudah berusaha menghubungi tukang yang bisa memperbaiki. Tapi semua menolak dengan alasan takut naik ke kubah lantaran hujan deras yang terus mengguyur,” ujar Abustan.
Abustan juga menjelaskan jika kepengurusan Masjid ini dalam keadaan kosong karena sudah selesai masa periodenya hingga akhir Desember 2022.
“Sembari menunggu terbentuknya pengurus baru. Saat ini kepengurusan Masjid Agung diambil alih Pemkab Barru,” ujar Abustan, Kamis(5/1) sore.
Situasi kebocoran dan keengganan tukang mengerjakan karena takut memanjat ke atap kubah Masjid disampaikan secara terbuka oleh Abustan kepada Jamaah.
“Jadi mohon pengertian kepada jamaah dengan kondisi cuaca ekstrim, supaya tidak ada lagi yang menyatakan kenapa bocor dan mengapa panitia tidak bertindak cepat,” terangnya.
Untuk saat ini posisi kami bukan lagi Pengurus, tambah Sekda Barru ini. “Tetapi atas nama Pemerintah kabupaten Barru. Maka harus turun tangan mencari solusi agar secepatnya bisa dibenahi kerusakan pada bagian atap dan plafon,” pungkasnya. (udi/C)
