MAKASSAR, BKM–Partai Gerindra akan mengupayakan semaksimal mungkin agar dapat meraih pucuk pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel dengan meloloskan minimal 15 hingga 17 kursi.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel Harmansyah dalam ngobrol politik ‘bedah kekuatan Gerindra ditangan AIA, di Warkop Aleta Toddopuli Kota Makassar, Minggu (8/1).
Harmansyah yang juga Ketua Bappilu Gerindra Sulsel ini mengungkapkan target itu rasional dengan melihat hasil konsolidasi yang dilakukan Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) di 24 kabupaten kota di Sulsel.
“Untuk komposisi bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Gerindra semuanya siap bersaing sengit. Itu terungkap saat ketua DPD langsung memonitor hingga ketingkat bawah. Untuk DPR RI kami upayakan 5 hingga 6 kursi, walaupun saat ini kami sulit menyakinkan di Dapil Sulsel II karena masih ada yang ragu untuk bersaing dengan AIA,”jelas Harmansyah.
Dari daftar bakal calon anggota legislatif (Bacelag) senayan terdapat banyak tokoh diantaranya petahana Azikin Sholtan, Andi Idris Manggabarani, Misriany Habie, Najamuddin dan Andi Anhar Rahman.
Juga ada Andi Iwan Darmawan Aras. Sellain itu, ada nama Latinro Latunrung, Dr Felicitas Tallulembang, Andi Mudzakkar, Damayanti Palimbong, Ade Arman Saputra, Ahmad Abdy Baramuli serta Capt Andi Unru Baso.
Untuk pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel, Gerindra belum massiv sebab masih fokus untuk mensosialisasikan ketua umum DPP Gerindra Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) dulu.
“Sebagai agenda lebih awal, Pilgub kami bahas setelah Pilpres”,ujar Harmansyah.
Direkrut General Survei Indonesia (GSI) Dr Jufriadi M.SP memberikan gambaran terkait peluang Gerindra dan AIR di Sulsel.
“Dari hasil riset yang kami telah lakukan, elektabilitas Gerindra naik signifikan dengan bertengger pada tiga besar dibawah Partai Golkar dan Nasdem. Elektoral Gerindra 12,1 persen disusul Demokrat, PPP, PKB, PDIP, PAN, PKS dan Partai Gelora dengan elektoral 2,1 persen.
Soal selisih yang sangat kecil dengan Golkar dan Nasdem, pengamat politik islam dari Unismuh Makassar Dr Ridwang Fawallang mengemukakan bila peluang Gerindra menggeser posisi Golkar dan Nasdem sangat terbuka karena satu-satunya ketua partai diposisikan sebagai calon presiden, beda dengan partai lain.
“Ketika mengerjakan Pileg dan Pilpres maka peluang menggeser sangat terbuka, apalagi diluar Jawa, Prabowo masih unggul, termasuk di sulsel. Hal ini yang menjadi modal dasar Gerindra untuk menaikkan elektoral dan berpeluang menggeser Golkar dan Nasdem,”jelas Ridwang Fawallang.
Hal sama disampaikan Direktur Eksekutiv PT Indeks Politika (IPI) Suwadi Idris Amir.
Suwadi mengemukankan kalau Partai Golkar tak berbenah, maka bisa saja disalip oleh Gerindra. “Sebab Andi Iwan memiliki karakter petarung, dengan kerja-kerja politik yang terukur. Hanya Andi Iwan dan RMS yang petarung termasuk dengan cost politik,”jelas Suwadi.
Ditambahkan bila basis Andi Iwan sangat kuat di Kabupaten Wajo, Sinjai, Bulukumba dan berpeluang di Soppeng. (rif)
