MAKASSAR, BKM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelontorkan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp350 juta untuk Pemerintah Kota Makassar. Dana itu dikhususkan untuk penanganan bencana yang terjadi di ibu kota Sulsel.
Bantuan DSP tersebut diserahkan langsung Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI, Suharyanto kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama 14 kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan.
DSP senilai Rp350 juta tersebut masing-masing Rp100 juta untuk dukungan logistik kegiatan penanganan darurat bencana Hidrometeorologi 2023 dan Rp250 juta untuk dukungan operasional kegiatan penanganan darurat bencana Hidrometeorologi.
Tak hanya DSP, Kota Makassar juga menerima 1.000 lembar matras dan 1.000 lembar selimut.
Danny pun berterimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan dari BNPB pusat.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada Kota Makassar. Bencana memang kita tidak bisa prediksi secara tepat. Tapi kita perlu siap siaga. Apalagi akhir tahun kemarin dua kecamatan kami terendam banjir,” ucapnya.
Kata Danny, bantuan DSP ini bakal digunakan untuk keperluan penanganan bencana. Salah satunya pemenuhan logistik yang dibutuhkan para korban bencana.
Sepanjang tahun 2022 tercatat sebanyak 122 bencana hidrometereologi basah di Kota Makassar.
Hidrometereologi basah sendiri meliputi banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.
Sementara, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan sepanjang 2022 sebanyak 3.531 bencana terjadi di Indonesia.
Angka tersebut turun jika dibandingkan pada tahun 2021 dan 2022. Namun, untuk korban dan kerusakannya meningkat.
Puncaknya saat gempa Cianjur yang menelan korban jiwa sebanyak 602 orang dan 70 ribu rumah.
“Di tahun 2022 yang menonjol itu Hidrometereologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem,” sebutnya.
Karenanya itu, demi mengantisipasi potensi bahaya hidrometereologi basah di daerah rawan bencana diperlukan kerjasama dan kordinasi yang baik.
“Kami selalu siap membantu dan mendampingi Saya harap DSP yang kami berikan dapat digunakan dengan baik dan tepat sasaran. Penggunaannya pun untuk pemenuhan tanggap cepat bencana yang terjadi,” harapnya. (rhm)

