Site icon Berita Kota Makassar

Datu Kini Berstatus Tersangka

MAKASSAR, BKM — Pasangan kekasih Hagai dan Datu yang sebelumnya viral karena mengaku ditertawai polisi saat melaporkan ‘Suaminya Hilang’, kini nasib keduanya menjalani proses hukum. Bahkan, penyidik Polrestabes Makassar meningkatkan status sebagai tersangka lantaran memberikan dugaan berita bohong.

Hal itu diungkapkan Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Rivai, Selasa (10/1). Kata Kompol Rivai, keterangan palsu yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa dirinya saat melapor di Polsek Biringkanaya katanya ditertawai petugas kepolisian dengan mengaku saat melapor bahwa ‘Suaminya Hilang’.
”Tidak hanya itu. Kabar palsunya termasuk dokumen seperti KTP, surat nikah keduanya dipalsukan. Itu semua terungkap saat dilakukan penyelidikan. Hasilnya, perempuan Datu mengakuinya bahwa semua itu dia lakukan agar katanya yang diakui suaminya yang merupakan pacarnya cepat ditemukan. Meski begitu. Namun dengan membuat keterangan palsu serta berita bohong di media sosial, Datu dan Hagai dilakukan proses lebih lanjut,” tegas Wakareskrim Polrestabes Makassar.

Diberitakan sebelumnya Oknum dari Polsek Biringkanaya menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Sulsel lantaran diduga menertawai aduan seorang wanita mengaku ‘Suaminya Hilang’ Dengan peristiwa ini hingga viral di media sosial.

Meski begitu Unit Resmob Polda Sulsel pun diturunkan dipimpin Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Dharma Negara menyelidiki kebenaran laporan yang dilayangkan wanita bernama Datu tersebut. Usut punya usut, belakangan diketahui jika wanita tersebut melayangkan laporan palsu. Pasalnya, lelaki yang diakui adalah suaminya hilang, ternyata keduanya hanya berstatus pacaran.
Hal itu terungkap berdasarkan pengakuan lelaki bernama Hagai yang berhasil diendus Resmob Polda Sulsel kala dirinya dilaporkan hilang. Hagai mengaku meninggalkan Datu lantaran dirinya kerap dianiaya. ”Saya tidak bisa bertahan berpacaran bersama Datu. Karena saat marah, dia (Datu), menganiayaku. Dan itu tidak sekali saja. Namun sudah berkali-kali. Makanya, saya beralasan ke Datu dan menyampaikan jika saya keluar ke toko bahan bangunan untuk membeli gembok. Dengan kesempatan itu hingga saya kabur,” katanya kepada petugas kepolisian.
Tidak hanya pengakuan status keduanya saja diungkap Hagai. Namun Hagai juga menyebutkan sejumlah kebohongan Datu yang memalsukan identitas statusnya sebagai pasangan suami istri. Termasuk Datu berbohong jika katanya Hagai hilang karena mengidap penyakit. Namun sejak bersamanya dirinya kerap diberi vitamin oleh Datu.
Kapolsek Biringkanaya, Kompol Andi Alimuddin yang dihubungi BKM, mengungkapkan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut untuk diproses hukum lebih lanjut.

”Kami serahkan kasusnya ke Polrestabes Makassar. Sebab dengan pengakuan Datu cukup meresahkan kami. Dan sebelum kami serahkan Datu ke Polrestabes Makassar, kami lebih dulu menginterogasi dan ia mengaku bahwa pengakuannya itu bahwa dirinya ditertawai polisi saat melapor suaminya dan juga katanya diusir. Itu diakui kalau dirinya bohong. Dan katanya dia (Datu) melakukan hal itu agar viral, agar lelaki diakui suaminya cepat ditemukan,” ungkap Kapolsek Biringkanaya.

Perwira satu bunga melati di pundaknya ini menambahkan, sebelum pihaknya mengambil menginterogasi wanita Datu, ia lebih dulu mengumpulkan personelnya sembari menyampaikan ke personelnya agar jujur terkait adanya polisi yang menertawai pelapor dan juga mengusirnya yang berujung viral di media sosial.
”Tidak ada satu pun personel kami yang mengusir dan menertawakan wanita Datu. Namun diakui Datu bahwa semua itu ia merekayasa. Tujuannya agar pengakuannya viral dan lelaki yang diakui suaminya itu cepat ditemukan. Kini, Datu kami serahkan penanganannya ke Polrestabes Makassar untuk diproses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolsek. (ish/b)

Exit mobile version