pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dunia Usaha Harus Berkolaborasi

GOWA, BKM — Dunia usaha adalah satu-satunya sektor penggerak ekonomi yang bisa dikatakan sangat menunjang masa depan jika dikelola dengan baik. Namun, usaha akan ambruk bilamana pengelolaannya asal-asalan dan tidak komitmen pada usahanya sendiri.
Karena itu, agar usahanya berkembang maka par pelaku usaha diminta mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi yang dimaksud adalah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang bisa membuat usahanya tetap berdiri kokoh.

Hal ini menjadi motivasi yang disampaikan Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan, saat meresmikan sebuah rumah pengantin bernama RP Anita yang berlokasi di Jalan Agussalim, Sungguminasa, Senin (9/1).
Dihadapan para undangan yang dominan adalah para pelaku usaha rumah pengantin kolega RP Anita ini, Priska meminta semua pelaku usaha dapat menumbuhkembangkan usahanya dengan cara kolaborasi.
”Rumah pengantin ini adalah salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ini salah satu jenis pilihan usaha yang lagi trend di masa kini akibat banyaknya orang yang setiap saat membutuhkan jada rumah pengantin untuk pesta kawinan. Ini jelas peluang besar jika para pemiliknya mampu bertahan dan mengelola usahanya dengan baik,” kata Priska.

Diakui Priska, usaha rumah pengantin itu bertebaran di mana-mana, saling saing dalam menyajikan pelayanan dan khususnya menyiapkan busana pengantin yang berkualitas. Jika tidak mampu bersaing maka akan ditinggalkan, apalagi sekarang serba modern, para pemilik usaha rumah pengantin tentu mengikuti perkembangan zaman dan selera konsumen. Makanya ini persaingan. Dan persaingan itu harus dihadapi dengan strategi dan trik yang baik. Makanya, salah satu strategi mempertahankan usaha adalah kolaborasi dengan berbagai pihak. Contohnya kolaborasi dengan para designer gaun pengantin atau produk-produk kosmetik. Jadi semua butuh kolaborasi,” papar istri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ini.

Dikatakan, owner rumah pengantin harus jeli melihat pasar. Owner tidak bisa jalan sendiri tanpa back up pihak lain. Seperti karyawan, kolega usaha dan pendonor atau modal usaha seperti perbankan dan lainnya.
Sementara itu, owner RP Anita, Syarifuddin, mengatakan, usahanya tersebut telah berdiri sejak 2004 lalu. Sampai kini, RP Anita sudah berkiprah selama 19 tahun dengan usaha dimulai dari titik nol hingga besar dan kini sudah terpakai konsumen hingga keluar Sulsel.
”Semoga harapan kami ke depan bahwa usaha kami ini terus berkembang dan bisa jadi salah satu pionir rumah pengantin di Kabupaten Gowa,” jelas Syarifuddin. (sar)




×


Dunia Usaha Harus Berkolaborasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link