PINRANG, BKM–Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pinrang Hj Heriani selama ini tetap setia mendampingi sang suami H Sahabuddin, baik terkait pekerjaan maupun karir. “Sebagai seorang istri, kita tentu harus memberikan dukungan atau support. Suppor itu nomor satu dalam urusan mendukung karier suami. Apapun pekerjaan suami, kita harus menghargai dan mensyukurinya,”ujar Hj Heriani, Kamis (12/1).
Bagaimanapun itu, dukungan kepada suami menjadi sumber penghidupan, “Sebagai istri kita hanya bisa berdoa untuk pekerjaan dan karir suami, karena doa istri merupakan dukungan yang paling sempurna. Meskipun tidak terlihat, namun sangat berpengaruh dampaknya, makanya saya tidak pernah putus untuk mendoakan suami dalam setiap ibadah, setiap kesempatan, karena suami adalah imam bagi keluarga, ” tutur Hj. Ani-sapaan akrabnya.
Dukungan Hj Heriani terkait kesiapan sang suami yang masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Pinrang yang akan bertarung ke senayan pada pemilu legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 nanti.
H Sahabuddin dikenal sebagai salah satu putra terbaik Pinrang akan maju melalui daerah pemilahan (Dapil) Sulsel III meliputi Kabupaten Sidrap, Pinrang, Enrekang ,Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo.
Meski belum melakukan sosialisasi atau memasang alat peraga, namun dengan bekal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pinrang, ditambah jaringan bisnis yang digelutinya saat ini, dengan relasi yang tersebar di kabupaten/kota, peluangnya tetap terbukan lolos ke senayan.
“Sebagai anggota DPRD Pinrang yang masih aktif tentu kita masih punya basis suara dan konstituen yang telah mendukung, ditambah relasi bisnis yang tersebar di kabupaten/ kota. Mereka menyatakan kesediaannya membatu, membuat saya yakin bisa tembus senayan,”jelas H Sahabuddin.
Ketua Fraksi PPP, DPRD Pinrang ini menambahkan kalau dia bersama relawannya punya trik khusus dalam penyusun pergerakan ,”Kita ini kerja tim, yang tentunya punya satu komando, satu aba-aba, dan satu pergerakan. Pemain bola saja yang luas lapangannya cuma 100 m x 65 m, punya formasi atau pola permainan misalnya 4- 4 – 2 atau 4 – 3- 3 untuk menyerang dan membaca pergerakan lawan untuk mencetak gol apalagi kita Bacaleg yang punya luas wilayah kerja sembilan kabupaten/kota yang tentunya tidak bisa dihitung dengan meter perseginya. Tentu kita juga harus punya formasi khusus untuk meminimalisir pergerakan tim, agar dalan bekerja lebih efisien dan efektif, supaya kita juga bisa gol masuk ke Senayan,”pungkasnya tersenyum. (lim/rif/c)
