WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud menjadi salah satu delegasi dalam kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA) memenuhi undangan Asia Muslim Charity Fondation (AMCF) atau Yayasan Muslim Asia dan Al-Khoory Group. Agenda dalam lawatan tersebut berkaitan pendidikan, keagamaan, sosial dan kemanusiaan.
Kunjungan berlangsung sejak Rabu-Jumat (11-13/1) dipimpin Rektor Unismuh Makassar, Ambo Asse serta beberapa pejabat Unismuh Makassar Bupati Enrekang, Muslimin Bando. Para delegasi disambut Managing Director of Al Khoory Group, Mohd. M.T. Khoory, bersama seluruh jajaran pimpinan dan staf. Usai pertemuan
delegasi berkeliling melihat langsung aktivitas bisnis dan suasana perkantoran Al Khoory Group di Kota Dubai.
Sesi pertemuan diawali perkenalan singkat profil perusahaan Al Khoory Group oleh Managing Director, Syeikh Khoory. Dilanjutkan diskusi dan tanya jawab terkait persoalan sosial kemasyarakatan serta kebutuhan pemerintah daerah di Indonesia dalam pengembangan masyarakat yang terkait langsung unit bisnis Al Khoory Group.
Beberapa di antaranya kebutuhan alat mesin pompa air, fasilitas kelistrikan, dan manajemen perhotelan. Turut dibahas aspek bisnis Al Khoory Group dan upaya dalam pengembangan program kemanusiaan di Indonesia melalui AMCF.
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Syeikh Khoory yang membantu Kabupaten Wajo melalui program kemanusiaan AMCF dengan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih kepada Syekh Khoory. AMCF telah memberikan bantuan kemanusiaan untuk Wajo dalam bentuk sunatan massal 100 anak, 300 paket sembako, 100 paket toiletries, empat unit rumah untuk duafa, enam unit kursi roda, dan dua unit solar panel,” kata Amran.
“Selain itu, AMCF telah membagikan buku-buku pendidikan, penyuluhan kesehatan, khususnya perilaku hidup bersih dan sehat. Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Wajo,” tambahnya.
Amran berharap program kemanusiaan AMCF dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bisa terus berjalan dan bantuan kemanusiaan bisa tetap tersalurkan bagi masyarakat Wajo.
“Kita juga berharap dukungan AMCF untuk pembangunan sarana ibadah dan sarana sosial serta penanggulangan banjir,” harapnya.
Sementara, Rektor Unismuh Makassar, Ambo Asse menyambut baik usulan program pemerintah daerah yang ditawarkan khususnya terkait aspek pendidikan dan keagamaan.
Sebagai informasi, Syekh Khoory sejak 1992 telah menjadi relawan di Indonesia di bawah organisasi internasional, Daarul Birr Society, yang kemudian bertransformasi menjadi AMCF pada 2002 dan berbadan hukum resmi di Indonesia.
Selama beraktivitas di Indonesia, Syekh Khoory banyak membantu pemerintah dalam pengembangan proyek infrastruktur, khususnya sarana ibadah dan sosial kemasyarakatan. (ono)

