MAKASSAR, BKM — Aparat kepolisian Polsek Tamalanrea dengan cepat ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Bitoa, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea. Menyusul adanya laporan tentang adanya seseorang yang diduga maling, terciduk warga, Selasa (17/1).
Polisi berusaha mengevakuasi pria yang mengenakan baju warna hitam celana jeans pendek biru itu. Namun warga menerobos kawalan polisi sembari melayangkan bogem mentah bertubi-tubi ke arah kepala dan tubuh terduga pencuri tersebut.
Beruntung mobil petugas kepolisian yang berada di depan sebuah warung yang sebelumnya terduga maling diamankan, sehingga terduga dengan cepat masuk membuka pintu depan mobil. Dan polisi juga langsung menghalau puluhan warga yang sudah berkerumun di sekitar mobil.
Menurut informasi, kemarahan warga tak terbendung kala mendapat kabar adanya penculik anak terciduk oleh warga. Kabar ini pun hingga mengundang warga berdatangan. Mereka datang lantaran penculik anak tersebut cukup menghantui mereka.
Namun kabar tersebut tidak benar. Belakangan diketahui kalau terduga pencuri yang diamankan itu, bukanlah penculik anak. Melainkan pencuri yang baru melancarkan aksinya untuk menggasak gawai atau handphone (HP) milik pemilik warung. Namun pemilik warung memergokinya . Saat itulah terduga maling berinisial Z diamankan warga.
Hal itu dikemukakan Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, AKP Nurtjahyana. Dikatakan, pihaknya telah mengamankan terduga pelaku Z dan membuka catatan hitamnya. Alhasil diketahui jika Z berstatus residivis dalam kasus penganiayaan berat (Anirat) serta pencurian dengan pemberatan (Curat)
”Kami sudah amankan pelaku dan membuka lembaran hitamnya. Dan ditemukan jika pelaku sebelumnya pernah tersandung kasus Anirat dan pencurian yang telah berstatus residivis,” beber Kanit Reskrim, Selasa (17/1).
Sementara itu, Z yang telah berada di ruang penyidik, tak henti-hentinya mengusap air matanya sembari meminta maaf kepada warga dan pihak kepolisian atas perbuatannya sendiri yang nyaris menggasak gawai korbannya di sebuah warung.
”Saya sedih pak dengan perbuatanku sendiri. Tapi alangkah sedihnya lagi. Saya dituding sebagai pencuri anak. Memang saya akui kalau saya hampir mencuri ponsel. Namun saya meminta oleh warga untuk membersihkan nama baikku atas tudingan selaku pencuri anak. Ituji Pak saya minta ke warga,” ucap Z kepada polisi sembari menangis tersedu-sedu. (ish/b)
