SIDRAP, BKM — Tim Satreskrim Polres Sidrap terus bekerja keras mengungkap kasus Penikaman terhadap enam orang warga Desa Buae kecamatan Watang Pulu di Tempat Hiburan Malam (THM) pada Senin (23/1) dini hari.
Terbaru, polisi telah mengidentifikasi ciri-ciri yang diduga kuat adalah pelakunya. Dicurigai bukan satu orang pelaku terlibat dalam kasus ini, melainkan hasil penyelidikan polisi diduga lebih dari satu orang. Hal itu diketahui setelah sembilan orang diperiksa sebagai saksi termasuk pramuria atau pelayan cafe ikut diperiksa.
Termasuk pula, menguatkan gambaran penyelidikan adanya Closed Circuit Television (CCTV) dijadikan dasar mengungkap pelaku kasus ini.
“Untuk sementara dugaan pelaku lebih dari seorang berdasarkan hasil keterangan 9 Saksi dan CCTV,”ungkap Kasat Reskrim AKP Saharuddin, Selasa (24/1).
“Mohon teman-teman media bersabar dan utamanya keluarga korban. Insyaallah, cepat atau lambat pelaku akan kami tangkap, rekan-rekan timsus masih terus bekerja keras dilapangan mengejar pelaku,”ucap AKP Saharuddin.
Sejumlah personel Polres Sidrap mendatangi TKP dan melakukan olah TKP, di Cafe TM yang terletak di Kelurahan Arawa Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap.
Tempat tersebut telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Dengan identifikasi korban dan mengumpulkan barang bukti, kemudian melakukan interogasi terhadap para saksi yang berjumlah orang dan mengambil rekaman CCTV di TKP.
Peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini. Terjadinya diduga adanya kesalahpahaman yang mana pada saat itu kedua kelompok dalam pengaruh minuman keras
“Sejauh ini sudah sembilan orang saksi dimintai keterangan sebagai petunjuk awal penyelidikan, bahkan CCTV di TKP pun sudah kita cek,” jelas Kasat Reskrim.
Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah menegaskan pihaknya berusaha keras menangkap para pelakunya. Pihaknya turut berdukacita atas musibah ini, untuk diketahui sejak peristiwa itu hingga saat ini pihak kepolisian terus menerus mendalami kasus tersebut.
”Anggota masih di lapangan terus memburu pelaku penikaman. Yah, tim gabungan dari beberapa satuan Polres Sidrap masih menyebar ke beberapa lokasi untuk mencari pelaku,” ujarnya.
Kapolres mengatakan insiden penikaman menyebabkan satu orang meninggal dunia yakni Lasini (30) setelah luka tusuk pada pinggang sebelah kanan dan nampak luka gores pada lengan kanan atas bagian dalam. Lima korban lainnya mengalami luka berat dan ringan.
Kelima korban yang masih hidup tersebut yakni Alpi (17) asal Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap. Dia mengalami luka robek pada lengan kiri atas empat centimeter dan mendapat 10 jahitan akibat benda tajam. (ady/C)

