Site icon Berita Kota Makassar

Antisipasi Bahan Pokok Jelang Ramadan

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus meningkatkan atensi terhadap inflasi dengan digelarnya rapat internal OPD lingkup pemprov Sulsel, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Senin (30/1).
Rapat yang dipimpin Asisten II Pemprov Sulsel, Muh Ichsan Mustari membahas langkah dan upaya yang bakal menjadi planing pemerintah dalam mengantisipasi inflasi.

“Rapat ini, membahas tentang langkah yang bakal dilakukan pihak pemerintah provinsi dalam hal antispasi inflasi,” ungkap Muh Ichsan, Senin (30/1).

Ia memaparkan, langkah yang bakal dilakukan pemerintah itu yakni pemantauan dan penyaluran beras SPHP bekerja sama dengan Bulog, lalu mitigasi stabilitasi dan pasokan harga pangan diwilayahnya masing-masing, kemudian memulai menggelar gerakan pangan murah (GPM), serta melakukan penguatan cadangan pangan pemerintah daerah.
“Itu juga berdasarkan tindak lanjut dari perintah presiden, seperti pengendalian inflasi dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan, hati-hati mengatur tarif, (PDAM, Angkutan umum) serta melakukan upaya penurunan angka kemiskinan, ” sambungnya.

Muh Ichsan melanjutkan, inflasi di Sulsel masih terkendali, dengan inflasi di 5,77 persen, Itu berdasarkan melihat inflasi secara year-on-year (yoy), dan itu menurun dibanding bulan sebelumnya yang sekitar 6,00 persen.
“Itu program dari bapak gubernur, bagaimana memang distribusi stok itu lebih pendek, kan itu mempengaruhi harga kan, update date kesediaan bahan pokok, serta harga produsen dan konsumen, itu kita siapkan terus data itu,” kuatnya.

Apalagi menjelang ramadan tentu kordinasi antar daerah sangat perlu ditingkatkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan lainnya.
Lanjut, Operasi pasar juga bakal dilakukan oleh pihak pemprov untuk mengantisipasi daerah surplus namun harga barang tinggi sebagai antisipasi terjadinya penimbunan.(jun)

Exit mobile version