BARRU, BKM — Bupati Barru Suadi Saleh melaporkan kepada Menteri Pertanian SYL jika sejumlah ternak sapi milik wargan sempat diserang dua jenis penyakit mematikan. Pertama penyakit mulut dan kuku( PMK) kemudian kedua penyakit Jembrana.
Namun setelah kedua penyakit ini menyerang sapi di Barru. Pada tanggal 26 Januari 2023. Kabupaten Barru dinyatakan Zero PMK dan Jembrana
Imbas dari kedua serangan wabah penyakit ini menyebabkan lima ekor sapi mati karena PMK dan 1.604 teridikasi kasus PMK. Setelah itu datang penyakit Jembrana yang lebih dahsyat dan mematikan 53 ekor sapi dan peternak menjual paksa 90 ekor sapi karena terserang penyakit Jembrana.
Suardi menyatakan Kabupaten Barru dikenal sebagai pusat pengembangan sapi Bali di Indonesia. Bahkan kini didukung dengan adanya MoU antara Pemkab dengan Kementan sebagai Pusat Pembibitan Sapi Bali melalui SK Kementan RI.
“Alhamdulillah Pemkab telah menindaklanjuti MiU dengan menerbitkan Perda Nomor 2 tahun 2016 sehingga saat ini dari pembibitan tersebut telah dihasilkan populasi sapi sebanyak 61.012 ekor, kambing 6.200 dan kerbau 277 ekor,” kata Suardi.
Dia menambahkan dari keseluruhan populasi ternak( Sapi, kambing dan kerbau) di Barru sudah divaksin sebanyak 12.302 ekor artinya telah mencapai 86 persen dan ada 2.903 yang dilakukan penandaan atau capaian sekitar 98 persen.
Suardi menambahkan sejak PMK mewabah di Barru sejak 23 Agustus 2022 sempat menimbulkan keresahan masyarakat. “Khususnya para pemilik ternak. Ketika itu ada 5 sapi mati karena dugaan serangan PMK. Saat itu ada 1.604 sapi yang terindikasi kasus PMK,” ujarnya.
Pasca PMK lalu muncul lagi penyakit Jembrana menyerang ternak sapi di Barru, kata Suardi. Ternyata serangan Jembrana lebih parah karena ada sekitar 53 ekor sapi yang mati dan sebanyak 90 ekor yang dijual paksa.
Tetapi Alhamdulillah pada tanggal 26 januari 2023 kabupaten Barru dinyatan Zero PMK dan Jembrana. Meski begitu kita tidak boleh lengah dengan keadaan itu. Tetapi kita harus lebih waspada.
“Makanya kami sebagai pemerintah daerah merasa bersyukur dengan penunjukkan kabupaten Barru sebagai Pusat Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan PMK tingkat nasional, dan hari ini akan divaksin 100 ekor sapi,” pungkasnya. (udi/C)
