MAKASSAR, BKM — Kementerian Perhubungan, World Resources Institute (WRI) dengan Pemerintah Kerajaan Inggris menggagas hadirnya moda transportasi publik ramah lingkungan dan sehat. Kerajaan Inggris akan mengucurkan anggaran donor untuk mewujudkan rencana tersebut.
Senior Transport Specialist WRI Indonesia for Makassar Prof Sakti Adji Adisasmita membenarkan hal itu. Ia mengatakan, pihaknya akan memulai dengan konsep pilot project Sudirman Loop.
Melalui Sudirman Loop ini, akan dibuat sistem transportasi antarmoda yang sehat. Bukan hanya untuk pejalan kaki, pesepeda, namun juga dirancang konektivitas antarmoda.
“Misalnya transportasi publik dengan skala lebih kecil sehingga frekuensi putaran dari Sudirman Loop itu bisa terlayani dengan baik dan meminimalkan transportasi pribadi,” kata Prof Sakti.
Dengan sistem transportasi antarmoda, kata dia, perlu adanya penempatan simpul-simpul di beberapa tempat di wilayah Sudirman Loop seperti dalam bentuk Transportasi Oriented Development (TOD) dalam skala yang lebih kecil karena lahan tersedia makanya simpul ditingkatkan agar terjadi integrasi moda.
Dengan penataan yang baik, kawasan Sudirman Loop juga akan menarik wisatawan untuk berkunjung dan bertransportasi sehat di sana.
Setelah Sudirman Loop sukses, akan dikembangkan ke beberapa lokasi di Makassar, khususnya pada titik-titik destinasi wisata dan kuliner.
“Selanjutnya akan dikembangkan di beberapa titik di Makassar dan yang kecil bisa dikembangkan-digabung secara terintegrasi. Sehingga pusat kota tidak hanya jadi tujuan tetapi destinasi wisata dan kuliner,” ucapnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendukung Sistem Transportasi Antarmoda Terpadu di Kawasan Jalan Sudirman, Makassar.
“Saya senang sekali ada project seperti ini. Konsep loop itu bagus, bisa menjangkau titik-titik bangkitan penumpang yang mengintegrasikan bangkitan baru. Kalau pilotnya hanya ingin memulai bahwa ada publik transportasi di tengah kota maka silahkan jalan,” kata Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto usai menerima kunjungan WRI di kediamannya, Senin (30/1), malam.
Namun dia menyarankan agar ke depannya dapat diprogram lebih besar lagi bukan hanya di tengah kota.
“Bisa rutenya dari Kampus Unhas ke Sirkuit, Sport Center, Newport lalu masuk ke Pusat Kota, ke Downtown (Pantai Losari) terus berputar begitu, loop aja dulu begitu. Bangkitannya pasti tinggi. Apalagi dengan sistem dua rel, keren itu,” sarannya.
Bahkan dia memperkirakan di wilayah Biringkanaya dan Tamalanrea saja bangkitannya sudah bisa mencapai 50 persen dari total ratusan ribu jumlah penduduk di sana.
“Harus ada gagasan lebih besar dari Sudirman Loop seperti Makassar Loop. Lebih general yang menghubungkan kecamatan-kecamatan, sehingga potensi bangkitan dan tarikannya dapat diakomodasi,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, program itu akan terealisasi. Selasa (31/1) ada webinar dengan tema Sistem Transportasi Antarmoda Terpadu di Kawasan Sudirman Loop Kota Makassar.
Selanjutnya pada bulan Maret, pihak embassy dari Kerajaan Inggris akan hadir dan bertemu Wali Kota Makassar terlebih dahulu untuk pembicaraan selanjutnya. (rhm)
