Site icon Berita Kota Makassar

Indeks Skor Inovasi Daerah Naik 54,28

MALILI, BKM — Skor Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Luwu Timur tahun 2022 mengalami kenaikan yang cukup siginifikan dengan skor 54,28 sekaligus menyandang predikat sebagai Kabupaten Inovatif dan berada di urutan 99 dari 415 Kabupaten se Indonesia yang masuk penilaian IGA 2022.

Hal tersebut tertuang dalam surat Mendagri Nomor : 000.10/398/BKSDN Tanggal 30 Januari 2023 Tentang pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah tahun 2022 untuk tingkat provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia.
Jika dibandingkan tahun 2021 lalu, hasil pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah Kabupaten Luwu Timur cukup “memprihatinkan“ dengan hanya meraih skor 22,28 serta berada di urutan ke 287 dari 500 Kabupaten/Kota dengan Kategori tidak Inovatif.

Belajar dari pengalaman ini, Pemkab Lutim di bawah kendali Bupati Budiman kemudian menggenjot semua perangkat daerah mulai level pimpinan hingga Staf untuk melahirkan inovasi serta dilaporkan secara rutin ke Mendagri sesuai mekanisme yang ditetapkan.
“Kelemahan kita selama ini, ada banyak Inovasi yang kita buat dan kita hasilkan di unit kerja, tetapi sistem pelaporannya ke Kemendagri yang tidak sesuai mekanisme sehingga melahirkan penilaian sebagai Kabupaten tidak inovatif,“ ujar Bupati Budiman saat menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan, baru-baru ini.

Terkait suksesnya Lutim memperbaiki peringkat indeks Skor Inovasi daerah dari predikat tidak inovatif menjadi inovatif, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur, melalui Kabid Litbang, Syaifullah mengungkapkan naiknya indeks Inovasi Daerah Kabupaten Luwu Timur tahun 2022 berkat kerjasama tim. Selain itu, yang ada juga beberapa faktor yang tidak kalah pentingnya seperti pelaporan inovasi daerah ke Kemendagri sudah sesuai mekanisme dan tatanan format penilaian Kemendagri.

“Nilai rata-rata kematangan inovasi yang dilaporkan diatas 70 persen, ditambah dengan data-data indikator makro Kabupaten yang bernilai positif seperti nilai IPM di urutan ke 4, Data Kemiskinan yang cenderung turun serta Opini WTP ikut mendongkrak skoring inovasi daerah kita,“ jelas Syaifullah, Selasa (31/1).
Olehnya itu untuk mempertahankan predikat Inovatif ini, maka yang harus dilakukan adalah dengan menggiatkan serta memperbanyak inovasi baik secara kuantitas dan kualitas dengan rata-rata diatas 70 persen.
“Kalau ini bisa kita lakukan, maka saya yakin setiap tahun posisi kita sebagai Kabupaten inovatif akan terus naik dari sekarang, paling tidak kita bisa naik dari kategori inovatif menjadi sangat inovatif,” tandasnya. (rls)

Exit mobile version