SOPPENG, BKM — Taman Wisata Alam (TWA) Lejja Kampung di Desa Bulue Kecantikan Marioriawa terus mengembangkan inovasi edukasi, untuk kenyamanan dan keamanan para pengunjung. Salah satunya dengan menerapkan konsep natural healing.
Direktur Utama Prusda Pemkab Soppeng Muh Jufri mengatakan pengelola TWA Lejja mengatakan selain kebersihan, keamanan dan kenyamanan, juga kami terapkan di TWA Lejja adalah ketenangan kepada pengunjung.
Ditambahkan Jufri kenyamanan dimaksud yakni membatasi Musik live (Karoke Live) untuk beroperasi di dalam TWA Lejja’ tapi tidak melarang hanya mengenahkan Chas Rp 1.000.000 bagi pengusaha Karaoke yang ingin masuk di Lejja. Dengan begitu para pengusaha Karaoke berpikir dua kali kalau mau masuk di Lejja.
”Kami membatasi karena Lejja adalah tempat wisata Natural Healing, tempat penyembuhan dan pengobatan. Jadi tidak semua orang yang keLejja mau senang mereka hanya mau datang untuk istirahat,” ujar Jufri, Kamis (9/2).
Pengunjung sangat membutuhkan suasana tenang, rileks dan nyaman.Wisata Alam Lejja memberikan optimisme bahwa apa yang kita alami sekarang ini hanyalah sebuah tahapan untuk kemajuan wisata dan kami sebagai pengelola wisata berharap pengunjung bisa menikmati serta bisa bersenang-senang.
Salah satu pengunjung Azwar mengatakan apa yang diterapkan Dirut Perusda sudah tepat dan patut diapresiasi. ”Terkadang kami kesini merasa bagaimana ya, apa lagi kalau adami Karaoke live, tiga sama sama bunyi kita sering bingung apa mi yang mau didengar,” jelasnya. (ono/C)
