Site icon Berita Kota Makassar

Pendaftar Calon Komisioner KPU 762, Bawaslu 34 Orang

MAKASSAR, BKM–Peminat untuk menjadi calon komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan kembali bertambah. Pendaftar kali ini sudah mencapai 762 orang yang terdiri dari perempuan 354 orang serta laki-laki sebanyak 408 orang.

“Pendaftar sudah berjumlah 762 orang,”ujar ketua tim seleksi calon anggota KPU Sulsel Nurfadillah Mappaselleng, Rabu (15/2).
Hal berbeda pada peminat untuk menjadi komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel.

“Pendaftar laki-laki 30 orang, satu orang lewat emal. Sedangkan pendaftar perempuan 34 orang. Yang sudah mengembalikan formulir 20 orang laki-laki dan empat orang perempuan,”ujar anggota timsel perekrutan calon komisioner Bawaslu Sulsel Syarifa Raehana, Rabu kemarin.
Pemerhati politik yang juga Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr Nurmal Idrus, menilai banyaknya pendaftar di KPU merupakan bukti animo masyarakat untuk mengawal demokrasi sangat tinggi. Menurut dia, sebagai pemegang kendali pemilu dan pilkada, KPU memang lebih punya peran penting dalam pemilu dibanding Bawaslu. “Semoga saja ini pertanda baik bagi demokrasi di Sulsel dengan banyaknya figur yang mau mengabdikan diri di KPU,” ujar Nurmal.
Nurmal berharap timsel harus lebih selektif dalam memilih figur, jangan sampai sebagian besar dari mereka hanya tertarik dengan gaji komisioner yang memang tergolong tinggi.

“Sehingga motivasi mereka sekadar mencari pekerjaan. Padahal, pekerjaan KPU amat strategis dan berat. Jejak integritas, jejak pengalaman pemilu, jejak kepemimpinan perlu mendapat perhatian lebih dalam posisi ini,” ujar mantan Ketua KPU Makassar itu.
Direktur Lembaga Kajian Isu-isu Strategis (LKIS) Syaifuddin mengatakan KPU memang menjadi entry point bagi seseorang untuk masuk sebagai penyelenggara pemilu. “Karena KPU memilik daya tawar secara politik sebagai penyelenggara pemilu,”katanya.
Sehingga KPU nantinya akan lebih banyak bersentuhan dengan para politisi dan parpol. Artinya komisioner punya kans besar dalam kontekstasi politik dengan komitment independensi.
Pengamat politik dari Unhas Dr Muhammad Iqbal Latif lebih menekankan pada integritas baik timsel maupun calon. Menurutnya, sikap integritas itu sangat penting dipegang teguh.

“Selain transparansi, tentu integritas juga paling penting. Publik percaya bahwa seleksi ini tak ada kepentingan, apalagi titipan. Makanya pada rekrutmen ini panitia seleksi aka diuji mengenai sikap fair atau adil bagi semua peserta,” ujar dia.
Mantan Ketua KPU Sulsel ini mengatakan dalam setiap seleksi harus sesuai kriteria secara formal. Menurut dia, jangan sampai tim seleksi merekrut orang-orang yang tidak paham mengenai kepemiluan. “Setidaknya rekam jejak. Jangan sampai orang bermasalah hukum diakomodasi. Berikutnya pertimbangkan kemampuan seorang untuk mengelola konflik dan menempuh tepat. Kemampuan berjejaring dan membangun sinergitas,”imbuhnya.
Ketua KPU Sulsel Faisal Amir mengatakan bahwa diakhir tugas sebagai penyelenggara, KPU berupaya semaksimal mungkin untuk jalanya tahapan sekarang segera diselsaikan.
Menurutnya, tahapan saat ini menjadi tanggujawab komisioner sekarang. Oleh sebab itu kata dia, dilaksanakan dengan baik bersama KPU Kabupaten/kota. “Bagi kami tak ada yang rumit. Semua kami kerja dengan kolaborasi, tinggal bagaimana memastikan jalanya tahapan harus selesai tahun ini,” katanya. (jun/rif)

Exit mobile version