Site icon Berita Kota Makassar

TPU untuk Warga Makassar 9 Hektare di Maros

MAKASSAR, BKM — Lahan pekuburan di wilayah Kota Makassar sudah sangat terbatas.Taman Pemakaman Umum (TPU) di daerah Sudiang, Kecamatan Biringkanaya nyaris tidak menyisakan tempat lain.

Apalagi pekuburan lain yang ada di tengah Kota Makassar. Seperti pekuburan Panaikang dan Pekuburan Dadi. Sudah tidak punya ruang sama sekali untuk menjadi tempat pemakaman.

Menyikapi persoalan tersebut, Pemkot Makassar berupaya menyiapkan lahan pekuburan baru. Namun, karena persoalan lahan yang sangat terbatas di Kota Makassar, terpaksa pemkot mencari lahan di kawasan daerah tetangga. Salah satunya Kabupaten Maros.

Lokasinya berada di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Maros. Luas lahan yang disiapkan di sana sekitar 9 hektare.
“Tempatnya bagus, pertama bebas banjir, ke dua, saya menganggap 9 hektar masih kecil. Tetapi saya berharap ini awal, dan kalau ada pengembangan di belakang saya kira bisa. Dan mudah-mudahan bisa,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto usai melakukan peninjauan lokasi TPU Pemkot Makassar, di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Maros, akhir pekan lalu.

Dirinya sebenarnya berharap pengadaan Pemkot bisa mencapai 50 hektar agar bisa digunakan dalam jangka panjang sampai 20 hingga 30 tahun mendatang.
Meski begitu, ia merasa tidak masalah karena diharapkan ada perluasan nantinya.
Pun pihaknya akan membuat dengan konsep yang lebih bagus, rapi dan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Juga dengan jalan menuju ke pemakaman dan fasilitas umum (fasum) lainnya yang bakal direncanakan.
“Kita bikin rumah masa depan yang rapi betul, apalagi saya lihat tanahnya memenuhi. Saya coba lihat, bagaimana jika pengembangan kalau misalnya kita bisa hibah jalan supaya jalannya bagus dan masyarakat tidak terganggu jadi mesti dilebarkan,” ucapnya.

Termasuk harus ada masjid, yang akan dibuat dan diserahkan sebagai fasum untuk warga Tammu-tammu.
Meski secara resmi dan masih berproses, tetapi dia mengaku lahan baru itu sudah cocok.
“Tetapi tempatnya saya sudah oke. Apalagi dukungan masyarakat luar biasa. Kita analisis terlebih dahulu karena butuh proses. Misalnya, harga yang harus ada diappraisal; tim penilai, independen, jadi ini masih proses,” akunya.
Apalagi para tokoh masyarakat juga setuju dan mendukung dengan adanya pemakaman umum ini.
“Menariknya karena tokoh-tokoh masyarakat juga ikut mendukung dan mereka meminta bahwa di blok makam itu ada pula untuk warga Tammu-tammu. Saya siap, tidak ada masalah karena kita saling memberi manfaat,” ucapnya.
Pemkot sendiri menyiapkan sekira Rp25 miliar untuk pengadaan ini. (rhm)

Exit mobile version