GOWA, BKM — Seekor ular piton sepanjang tujuh meter dibunuh oleh warga bersama sejumlah petugas di hutan Desa Bellabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Piton besar dengan motif warna hitam krem itu terpaksa dimatikan oleh dengan petugas menggunakan senjata pada Sabtu (18/2) lalu.
Ular itu tak sengaja ditemukan saat warga bersama aparat kepolsiian dan petugas BPN Gowa tengah melakukan pengukuran lahan dalam rangka pemetaan untuk pemasangan tanda batas patok prona 2023.
Ketika berada di dekat anak sungai, tetiba warga melihat sebuah benda hidup bergerak pelan dan besar di atas tumpukan semak.
Setelah diperhatikan dengan seksama ternyata itu adalah seekor ular jenis piton. Hewan melata tersebut terlihat sulit bergerak karena bagian perutnya cukup besar. Takut mendapat serangan ular berbisa ini, polisi yang menyertai tim pemetaan langsung menembakkan peluru ke arah kepala ular.
Satu kali tembakan mengenai kepala ular.
Meski begitu, ular itu bergerak aktif dan mulutnya menganga. Tembakan kedua kembali mengenai kepala ular dan akhirnya mampu melumpuihkannya. Warga dan petugas pun kemudian mendekati namun tetap waspada, sebab ekor ular yang besar panjang tersebut masih bergerak meski pelan.
Beberapa warga lalu memberanikan diri dan membelah bagian perut piton tersebut untuk mengetahui apa isi perutanya yang besar hingga melebihi besar badan orang dewasa. Alangkah kagetnya, karena perut ular tersebut berisi seekor sapi. Diperkirakan usai sapi yang dimangsa ular itu satu tahun.
Aksi penangkapan piton besar ini pun diviralkan warga di medsos.
Sapi yang dimangsa merupakan milik warga yang dilepas secara liar untuk merumput di tengah hutan, tepatnya di kawasan gunung Dusun Panynyangkalang, Desa Bellabori.
Penemuan ular besar itu dibenarkan salah seorang warga bernama Hamka Dg Ngitung yang ikut dalam rombongan tim pengukuran lahan tanah.
“Sebenarnya ular ini tidak sengaja ditemukan oleh warga dan tokoh masyarakat atas nama Sampuddin Rowa. Karena saat itu, sejumlah warga bersama tim dari BPN sedang melakukan pengukuran dalam rangka pemetaan lahan warga dan lokasinya di hutan. Sapi yang dimangsa ular itu milik warga bernama Mustari Dg Buang yang memang dilepas liar di hutan,” terang Hamka Dg Ngitung.
Selama ini, menurut Hamka, pemilik sapi memang resah karena banyak hewan ternak yang hilang secara mendadak tanpa jejak. Awalnya dikira dicuri maling. Namun ternyata yang memangsanya adalah ular piton.
Keberadaan ular piton itu pertama kali dilihat oleh seorang warga bernama Erka yang menyertai tim pengukuran. Saat melihatnya, Erka tak berani mendekat lantaran tidak membawa senjata apapun. Karenanya, Erka berupaya memanggil warga dan petugas. Kemudian ular tersebut ditembak dan ditemukan seekor sapi dalam perutnya.
Dg Sewang, salah seorang warga Parangloe mengatakan ular piton itu sangat besar. Bagian ekornya (tengah sebelum ujung) besarnya seukuran paha orang dewasa gemuk.
“Memang selama ini banyak sapi warga di hutan hilang tiba-tiba dan jumlahnya berkurang setelah dihitung kembali oleh pemilik. Ternyata pencurinya adalah ular,” ucap Dg Sewang kepada BKM. (sar)
