Site icon Berita Kota Makassar

Warga Moncongkomba Prihatin Infrastruktur Yang Rusak

TAKALAR, BKM–Legislator Partai Golkar DPRD Sulsel Fachruddin Rangga kembali melakukan menyerap aspirasi melalui kegiatan reses di Desa Moncongkomba Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar, Kamis (23/2).

Reses masa sidang kedua Tahun Anggaran 2022/2023 ini, mengambil lokasi di desa yang wilayahnya banyak di tanami tebu rakyat, namun lahan pertanian masih tetap mendominasi. Untuk itu, Rangga tetap mengharapkan agar masyarakat wilayah tersebut dapat menggunakan kesempatan dan mengambil bagian dalam dialog serta tanya jawab sehingga dengan demikian dapat dengan mudah menyalurkan aspirasi dan memberi masukan.

Rangga mengatakan masa reses adalah kesempatan besar dan sangat tepat untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang dialami di wilayah masing masing karena dengan demikian aspirasi akan tersalurkan dan diteruskan dalam masa masa persidangan dan pembahasan anggaran di DPRD, sehingga masyarakat boleh dengan leluasa berdialog menyampaikan gagasan dan masukan dalam kegiatan reses seperti ini.

Menurut Rangga, pertemuan terbuka seperti ini merupakan wadah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat sehingga apapun kondisi yang terjadi dan dialami wajib disampaikan, oleh karenanya kenapa reses ini sangat penting untuk di hadiri, karena wadah ini kita dapat lebih mudah mendapatkan informasi dan masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam reses di moncongkomba beberapa kepala dusun dan tokoh masyarakat turut hadir menjadi bagian dari keseriusan untuk memberi dukungan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses ini.

Pada pelaksanaan reses di titik ketiga ini hal lain yang berkembang waktu istirahat dan berdiskusi ringan dengan beberapa tokoh masyarakat diantaranya Dg Siriwa selaku tuan rumah, imam desa moncongkomba, ketua BPD, kadus pattiro yang mengharapkan adanya prioritas kebutuhan bantuan penangkaran bibit padi, perbaikan jalan tani, normalisasi saluran, bantuan hewan ternak, sarana dan prasarana pertanian lainnya terutama yang bermukim di pelosok pinggiran, masyarakat juga sangat mengharapkan pemerintah provinsi sulawesi selatan dapat memberi perhatian dan kelonggaran terhadap infrastruktur yang ada di dusun dan desa karena banyak yang sudah dalam kondisi memprihatinkan sementara anggaran yang ada tidak cukup untuk mengatasinya. Sehingga berharap ada bantuan penganggaran dari Pemprov Sulsel, baik yang bersifat belanja hibah maupun bentuk belanja lain. (rif)

Exit mobile version