MAKASSAR, BKM — Perusahaan Umum Air Minum (PDAM) Kota Makassar akan meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan tahun ini. Salah satunya, dengan memperluas jangkauan distribusi air bersih dengan membangun dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) di dua wilayah. Yakni di daerah Barombong, Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Tallo.
Direktur Utama PDAM Makassar Beni Iskandar membenarkan hal itu. Ia mengemukakan dua IPA tersebut akan bangun Maret ini.
“Ini akan menambah cakupan distribusi air bersih di Kota Makassar. Kita berharap April mendatang sudah bisa dimanfaatkan warga,” ungkap Beni.
Dia menambahkan, alasan PDAM membangun IPA di dua kawasan tersebut karena selama ini, layanan distribusi air bersih masih belum maksimal. Masih banyak warga yang kesulitan memperoleh air bersih.
“Dengan hadirnya dua IPA itu nantinya cakupan pelayanan distribusi air bersih ke masyarakat bisa lebih baik lagi ke depan.
Sejauh ini, cakupan layanan air bersih PDAM Makassar baru sekitar 68 persen. Dia berharap cakupan layanan bisa menjadi 85 persen setelah hadirnya dua IPA tersebut.
Jumlah pelanggan aktif di PDAM mencapai 179 ribu, sementara pelanggan non aktif sebanyak 23 ribu lebih.
“Jika kedua IPA terwujud tahun ini, maka pada 2024 mendatang jumlah pelanggan bisa bertambah signifikan hingga 150 ribu,” kata Beni.
Menurutnya, meningkatnya cakupan layanan air bersih secara otomatis akan memompa potensi pendapatan yang bersumber dari air bersih.
“Tentu kalau cakupan pelayanan meningkat pendapatan air juga otomatis meningkat karena dia berbanding lurus dengan pemakaian air dan jumlah penduduk,” sebutnya.
Selain memperluas cakupan pelayanan, PDAM juga berusaha untuk memenuhi bahkan melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan.
Salah satunya dengan memaksimalkan program penagihan serentak.
PDAM akan menurunkan angka denda bagi masyarakat yang menunggak pembayarannya.
Misalnya, golongan R1 sampai R3 dari 25 ribu jadi Rp10 ribu. Sementara R4 keatas dendanya tetap Rp35 ribu.
“Itu untuk pendapatan non air harus kita tingkatkan dari yang sebelumnya Rp2 M kita harap bisa meningkat di tahun 2023,” harapnya.
Selain itu, ke depan, kata Beni, PDAM tidak hanya berkutat pada bisnis layanan air bersih tapi juga menyasar potensi pendapatan lainnya.
Rencana bisnis PDAM kata Beni telah dipaparkan saat rapat koordinasi (rakor) pendapatan di Bali beberapa waktu lalu.
Misalnya, memberikan layanan air siap minum hingga mengembangkan aset yang tidak bergerak agar menjadi pusat bisnis.
PDAM Makassar akan membangun gedung delapan lantai, ukurannya sekira 20×20 meter persegi.
Gedung tersebut akan menjadi perkantoran komersil yang bisa disewakan ke instansi lain.
Rencananya, PDAM akan menyasar BUMD lain untuk berkantor di gedung baru tersebut.
“Tahun ini saya akan bangun gedung delapan lantai yang bisa jadi pusat perkantoran komersil sehingga semua BUMD bisa bergabung disini dengan sistem sewa, desainnya sudah selesai sisa tahapan ground breaking saya harap wali kota resmikan,” ungkapnya.
Gedung tersebut menggunakan skema desain and build dengan proyeksi pengerjaan paling lambat dua tahun (multiyears).
Inspektorat hingga BPKP akan melakukan pendampingan untuk pembangunan gedung komersil tersebut.
Adapun laba perusahaan PDAM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Laba perusahaan pada 2021 sebesar Rp16 miliar, sementara di 2022 naik menjadi Rp27,8 miliar.
PDAM juga berhasil melunasi utang perusahaan atau defisit sebesar Rp5,9 miliar. Tahun ini, PDAM akan menyumbang dividen untuk Pemkot Makassar sebesar Rp9,8 miliar. (rhm)
