Site icon Berita Kota Makassar

Danny Undang Pengkritik Hadiri Rakorsus

MAKASSAR, BKM — Berbagai komentar masyarakat dilayangkan ke Pemerintah Kota Makassar setelah ibu kota Sulsel ini gagal meraih Adipura. Kalimat berupa kritikan, masukan, bahkan provokatif ditujukan khususnya kepada Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto yang merupakan orang nomor satu di Makassar.
Menyikapi sorotan tersebut, Danny mengaku sudah biasa menghadapi kritikan. Apalagi jelang tahun politik, kritikan tajam kerap datang dari orang-orang yang punya kepentingan.

“Jadi janganmi, saya tidak peduliji. Namanya tahun politik, (kritik) biasanya dari orang yang tidak punya kemampuan,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Makassar, Jumat (3/3).
Dia menekankan, kendati gagal meraih Adipura, namun Makassar tetap mencetak prestasi di berbagai bidang. Salah satu contohnya, pemadam lembaran milik Pemkot Makassar paling top di Indonesia.

Danny mengatakan, sejak awal memang sudah memprediksi Makassar tidak bakal meraih Adipura. Salah satu faktor penyebab kegagalan tersebut karena di bawah pimpinan kepala dinas sebelumnya, sebagai stakeholder terkait, Dinas Lingkungan Hidup tidak maksimal dalam mengawal penilaian Adipura ini.
Dia mengaku, di periode pertamanya sebagai wali kota, Makassar bisa meraih supremasi bergengsi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan tersebut. Padahal indikator penilaiannya sangat ketat.
“Saya kan sudah bilang, bahwa dari awal itu (DLH) performanya paling buruk. Jadi saya tidak pernah kaget kalau tidak dapat Adipura, karena kita tidak mampu dengan cara begitu. Itulah mengapa saya mengganti kepala dinasnya. Sebelumnya kita bisa bisa meraih Adipura. Bahkan Makassar pernah meraih Adipura Asean,” jelas Danny.

Dia berkomitmen pada penilaian mendatang, Pemkot Makassar sudah bisa meraih kembali Adipura. “Akan datang, kita perbaiki benahi yang perlu dibenahi. Kita akan kawal. Saya lihat Plt Dinas Lingkungan Hidup sekarang sudah mulai bergerak untuk membenahi apa yang perlu dibenahi. Khususnya taman dan TPA,” jelas Danny.

Beberapa persoalan yang menyebabkan Makassar gagal meraih Adipura karena taman kota yang tidak tertata, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa yang masih open dumping. Selain itu, banyaknya sapi yang berkeliaran di TPA juga menjadi penilaian tersendiri.
Danny menambahkan, bukan hanya terkait gagal meraih Adipura pihaknya mendapat sorotan. Termasuk persoalan banjir dan penataan kawasan kumuh juga kerap mendapat kritikan tajam.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengundang berbagai stakeholder, khususnya yang getol mengkritik Pemkot Makassar untuk menghadiri Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang akan digelar tidak lama lagi.
“Nanti saya akan undang mereka di Rakorsus. Saya undang semua pengkritik saya. Nanti kita berdebat. Ayo kita berdebat supaya fitnah atau fakta bisa terungkap,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version