MAKASSAR,BKM–Innalillahi wa innailaihi rojiun, civitas akademika Universitas Bosowa (Unibos) berduka, Guru Besar Hukum Unibos Prof Dr Marwan Mas, SH MH berpulang ke Rahmatullah, pada pukul 00.20 Wita dini hari, Minggu, (5/3) di ICU RS Ibnu Sina Makassar.
Kabar berpulangnya Prof Marwan Mas diperoleh BKM dari sahabat dan teman almarhum yakni Aktivitas Anti Korupsi Sulsel Djusman AR pada pukul 00.46 Wita.
Melalui pesan singkatnya, Djusman AR menulis “Innalillahi Wainnailahi Rojiun. Malam ini pukul 00.20 telah berpulang ke Rahmatullah sahabat kita Prof Marwan Mas. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah dan melapangkan jalannya. Alfatihah.”
Pendekar hukum itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah 17 hari berjuang melawan sakitnya di ICU RS Ibnu Sina.
Putri tertua Prof Marwan Mas, Ayu Lestari Mas juga menyampaikan jika jenazah ayahnya dimakamkan di Bontotangnga Kecamatan Bontotiro Bulukumba, kemarin.
“Di Bulukumba mau dimakamkan yek, karena semua keluarga di Sina (Bontotangnga, Bontotiro Bulukumba),” ujar Ayu.
Tidak sedikit tokoh, keluarga maupun rekan pria yang kerap dekat dengan kata hukum, korupsi, polisi dan hak asasi manusia itu.
Sementara itu, group WhatsApp alumini Hukum 45 Unobis dan Universitas 45 Fak Hukum angkatan 94 dipenuhi ucapan turut berduka cita.
“Turut berduka cita yang mendalam semoga beliau husnul khotimah. Aamiin,”tulis Linrawati.
Diketahui, jika Prof Marwan kerap menjadi pembicara bukan saja di Makassar, daerah kabupaten hingga ke tingkat nasional.
Marwan Mas juga tidak hanya tampil dalam diskusi dan seminar, namun kerap jadi narasumber di media.
Gagasan, identifikasi masalah, dan jalan keluar masalah hukum, ia bagi di halaman opini atau ulasan koran lokal dan nasional. Bahkan almarhum sempat menulis sejumlah buku termasuk yang digunakan mahasiswa Fakultas Hukum yakni buku Pengantar Ilmu Hukum.
Sebelum menjadi dosen, Prof Marwan adalah anggota polisi dan memilih berhenti pada 1999. Almarhum lebih mencintai menjadi seorang pendidik yang mengajarkan banyak ilmu hukum ke mahasiswanya.
Sementara itu, Pegiat Anti Korupsi Djusman AR sempat mengunggah di media sosialnya sosok Akademisi dan Aktivis Anti Korupsi Prof Marwan Mas. Dirinya menilai Prof Marwan salah satu orang yang berpengaruh dalam mencerdaskan dibidang akademik Hukum.
Prof Marwan sapaan akrabnya, tak hanya dikenal sebagai akademisi kampus di Kota Makassar, akan tetapi juga pejuang Anti Korupsi di Sulawesi Selatan.
“Selain dikenal Akademisi/Pakar Hukum Pidana Universitas Bosowa Makassar. Juga merupakan salah satu motivator aktivis pergerakan Anti Korupsi Makassar Sulsel. Tak tanggung-tanggung turun ke jalan berorasi dipanggung orator. Kalau turun berbaur dengan demonstran tak terlihat keletihannya meskipun usianya tak muda lagi, semuanya dilalui tanpa keluh, baik naik pick up maupun berjalan kaki beriring aktivis/demonstran,” tulis Djusman AR di akun medsos Facebook miliknya.
“Keilmuannya tak hanya ditransformasikan di kampus, di ruang-ruang publik yakni seminar, workshop, talkshow TV, dialog terbuka hingga berkelas Warkop pun intens dihadirinya. Sama sekali tak eksklusif memilih tempat. Berkhas dengan pemaparannya yang detail, terstruktur dan meledak-ledak,” tambahnya.
Ia mengungkapkan Guru Besar tersebut telah menerbitkan sejumlah buku terkait hukum, dan aktif di media massa dalam merespon persoalan hukum yang terjadi.
“Hingga dipelosok desa pun namanya familiar mengingat kandaku ini juga sangat aktif menulis dalam bentuk buku, opini di media-media lokal hingga nasional. Statemennya tajam pedas dalam menyuarakan pendapat dan kritik,” ujarnya.
“Eksistensinya mencurahkan pikirannya melalui tulisan bukan hanya pada zaman online ini tapi dimulainya saat masih serba cetak yang populer dengan sebutan koran dan majalah,” lanjutnya.
Ia menganggap karakter keras yang dimiliki Prof Marwan berbanding lurus dengan sikap tegas dan konsisten dalam berjuang.
“Tipikalnya keras bahkan tak sedikit aktivis segan berinteraksi dengannya namun bagi saya itulah karakternya yang memang tegas, prinsiple dan konsisten. Sesekali ada pula candanya apalagi berkait medsosnya yang sudah berulang kali dihack. Ntah sudah berapa akun Medsosnya connecting dengan akun saya. Hehe,” ungkapnya.
Djusman AR dengan suara terbata-bata menambahkan, kalau ia sempat pulang beristerahat setelah menjaga Prof Marwan pada pukul 00.00 wita. Tetapi tiba-tiba Istri Prof menelpon untuk kembali ke rumah sakit. “Dokter sempat memberikan segala langkah dan upaya melayani prof seperti memompa dadanya dan jantungnya, namun apa daya sang Maha Kuasa berkehendak lain. Semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah,”ujar Djusman.(*)
