MAKASSAR, BKM — Klinik bayi tabung Primaya IVF Makassar, kini kembali beroperasi di Makassar. Layanan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung ini terletak di lantai 9 Primaya Hospital Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, bernaung di bawah PT Anugerah Bangsa Indonesia.
Peresmiannya dilakukan dengan seremoni pengguntingan pita oleh Direktur Utama PT Anugerah Bangsa Indonesia, Ade Gustian Yuwono, Direktur Primaya Hospital Makassar, Dr Merry Monica, MARS, FISQua, bersama Penasihat Medis Primaya IVF dan Spesialis Obsteri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya IVF Makassar, Prof dr John Rambulangi, Sp.OG, Subsp.FER, Minggu (12/3).
Direktur Utama PT Anugerah Bangsa Indonesia, Ade Gustian Yuwono, mengatakan, selama lima tahun terakhir, Klinik IVF di Rumah Sakit Primaya Makassar, di saat awal berdirinya bekerja sama dengan operator IVF lain, telah melayani lebih dari 4.000 pasien. Dimana, lebih dari 1.500 pasien di antaranya telah terkonversi menjadi Cycles IVF hingga saat ini.
”Saat ini kami telah melakukan peningkatan fasilitas maupun kapasitas Klinik Primaya IVF, dilengkapi
teknologi terbaru dan tim dokter yang ahli di bidang fertilitas. Tujuan kami untuk dapat melayani lebih
banyak masyarakat yang membutuhkan layanan bayi tabung,” ucap Ade.
Setelah relaunching fasilitas baru ini, tambah Ade, Primaya IVF Makassar diproyeksikan dapat melayani 2.000
pasien peserta program fertilitas setiap tahunnya. Dimana, 500 cycles di antaranya merupakan program bayi
tabung atau IVF, dan tingkat keberhasilan atau pregnancy rate yang dituju di atas 50 persen.
”Kami hadir kembali setelah melakukan renovasi total dan pembaruan teknologi bayi tabung yang digunakan, di antaranya meliputi program IUI, IVF dengan ICSI dan IMSI, analisa kromosom modem dengan teknologi PGT-A, Timelapse Incubator, teknologi ERA/ MIRA untuk Embryo Transfer yang optimal, Embryo-Sperm-Oocyte Preservation dan sebagainya,” katanya.
Tak hanya itu, Primaya IVF Makassar siap melayani dengan tim klinis yang baru, di antaranya Prof dr John
Rambulangi, SpOG, Subsp FER, Dr dr Samrichard Rambulangi, SpOG, Subsp. FER, dr Nathalia V Mappewali, Sp.OG, M.Kes, serta dr Rahmawati Thamrin, Sp.And maupun jaringan dokter ahli lainnya di luar Kota Makassar. ”Dengan memutuskan untuk dikelola secara mandiri oleh tim Primaya IVF, kami yakin kualitas layanan dan hasil program fertilitas yang diberikan kepada pasien akan jauh lebih baik,” kata Ade lagi seraya menambahkan, untuk biaya cukup terjangkau
Direktur Primaya Hospital Makassar, Merry Monica, mengatakan, hadirnya Primaya IVF di Kota Makassar
merupakan bukti komitmennya untuk terus bertumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat Indonesia.
Selain memberikan fasilitas dengan teknologi yang mumpuni, Primaya IVF Makassar juga didukung dokter dan
tenaga medis yang profesional dan berpengalaman.
”Besar harapan kami, Primaya IVF dapat memberikan solusi kesuburan terpercaya bagi masyarakat khususnya pasangan suami istri di Kota Makassar dan sekitarnya,” ucap Merry.
Lanjut Merry mengatakan, renovasi menyeluruh dan relaunching Primaya IVF Makassar ini menegaskan komitmen penuh Primaya Hospital Group untuk mengutamakan pelayanan kepada pasien.
Sehingga mampu bersaing dengan fasilitas IVF lainnya. Termasuk fasilitas IVF di luar negeri, serta senantiasa terus meningkatkan good quality of service dan good quality of outcome.
Dengan mengusung hashtag #KehamilankuPilihanku, selain mempunyai teknologi terdepan dibidang bayi tabung, termasuk terapi pelengkap adjuvant fertility, kendali program fertilitas berada di tangan pasien.
Sistem terintegrasi yang telah dibangun juga akan memudahkan pasien dalam melakukan pencarian informasi, booking konsultasi secara mandiri maupun pendaftaran layanan mandiri dan pasien dapat memantau perkembangan embrio dari manapun.
Sementara itu, dr Fachry Achmad Prodjokusumo dari IVF Smart, mengatakan, kehadirannya selain sebagai bentuk dukungan kepada Primaya IVF selaku advisory board leader, juga sekaligus memberikan sharing terbaru terkait perkembangan IVF baik di Indonesia maupun di dunia.
”Di Indonesia kejadian infertilitas dialami 12 sampai 15 persen atau 4 sampai 6 juta pasangan, dari 39,8 juta pasangan usia subur dan memerlukan pengobatan infertilitas untuk akhirnya bisa mendapatkan keturunan.
Faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan dapat berasal dari faktor istri misalnya gangguan haid, miom, kista, dan sumbatan saluran telur. Juga faktor suami, di antaranya kelainan sperma dan gangguan pengeluaran sperma.
”Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi metode reproduksi buatan yang paling efektif. Metode ini semakin populer di Indonesia, terbukti dari tingginya jumlah tindakan bayi tabung yang dijalankan,” ujar Fachry Achmad. (mir)
