Site icon Berita Kota Makassar

Setiawan Minta Pethatikan Kualitas Benih dan Pola Tanam

TAKALAR, BKM — Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad bersama kepala Balai Besar Standarisasi Instrumen Pertanian RI, Ketua DPRD Kabupaten Takalar, Muhammad Darwis Sijaya, dan sejumlah Forkopimda lainnya, melaksanakan panen perdana padi nusantara.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad, mengatakan, pesta panen kali ini merupakan nikmat sangat besar dari Allah Swt yang patut disyukuri. Terlebih nikmat panen perdana padi diakhir musim hujan di Kabupaten Takalar. Dimana, sebagian wilayah Indonesia masih diguyur hujan tinggi.

Takalar sebagai salah satu penyangga kota metropolitan Makassar, setiap tahunnya surplus beras yang ditandai dengan seluruh irigasi teknis sudah dapat panen padi 2 sampai 3 kali.

”Bahkan di Kecamatan Galesong Utara, sudah dapat panen 4 kali padi setahun. Sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya tanpa tergantung lagi dari suplai daratan Kabupaten Takalar,” jelas Pj bupati Takalar, Sabtu (11/3).
Setidaknya dalam panen perdana padi nusantara, luas panen pada tahun 2022, sebanyak 28.947,06 hektare dengan produktivitas 5,15 kuintal/hektare. Sehingga Kabupaten Takalar tahun 2022 memproduksi padi sebanyak 149.128,03 ton.
”Yang paling penting diperhatikan adalah kualitas benih dan pola tanam harus diperbaiki sehingga dapat menghasilkan hasil panen yang baik,” tandas Setiawan Aswad.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Standarisasi Instrumen Pertanian RI, Fery Fahruddin Munir, menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

”Pertanian merupakan kegiatan mengelola sumber daya alam dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja dan manajemen,” ujar Fery.
Dalam menjaga stabilitas harga gabah, tambah Fery, pihaknya telah bermitra dengan pihak swasta yang akan menampung hasil panen. Tentunya sesuai harga yang disepakati.

Ia juga mengatakan, setelah panen ini agar digerakkan kembali untuk melakukan penanaman padi. Mengingat sesuai prediksi BMKG, ke depan curah hujan akan cukup tinggi.
”Secara ilmiah, sesudah musim hujan panjang akan terjadi kemarau panjang. Sehingga diharapkan stok gabah kita mencukupi,” epsannya. (ira/c)

Exit mobile version