Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Ubah Kenrerong Jadi Toko Komoditi

MAKASSAR, BKM — Kanrerong bakal dialihfungsikan sebagai Toko Komoditi (Tokomoditi). Hal itu sesuai instruksi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.Tokomoditi ini akan menjadi tempat untuk menjual komoditi, khususnya yang berpengaruh pada pengendalian inflasi.
Danny meminta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Makassar untuk menarik kembali Kanrerong yang sudah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.
Selanjutnya, Kanrerong tersebut akan ditempatkan di sebelah Kontainer Recover.

“Itu Kanrerong sebaiknya diambil lagi, dijadikan Tokomoditi. Nanti dikondisikan untuk disimpan di samping kontainer recover,” kata Danny.
Kehadiran Tokomoditi ini sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi di Kota Makassar.
Sejauh ini, pemkot menggunakan kontainer recover sebagai tempat untuk menggelar operasi pasar. Sejumlah komoditi seperti minyak goreng, beras, dan gula pasir dijual ke masyarakat dengan harga lebih murah dibanding harga di pasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar, M Rheza menjelaskan pihaknya mulai menindaklanjuti instruksi Wali Kota Makassar.
“Waktu program Tokomoditi dari Dinas Perdagangan digagas, waktu rapat, kami usulkan bagaimana kalau Kanrerong dipakai saja, daripada tidak dimanfaatkan. Apalagi, kawasan Kanrerong di Karebosi juga sudah akan dibangun. Jadi nanti bisa difungsikan itu bangunannya yang lama. Di Karebosi juga banyak yang tidak digunakan. Jadi itu semua nanti akan kita maksimalkan pemanfaatannya untuk tokomoditi,” ungkap Rheza saat diwawancarai di Hotel Claro Makassar, kemarin,
Dia melanjutkan, selain di Lapangan Karebosi, Kanrerong juga sudah banyak yang didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.
Pihaknya sudah melakukan pendataan, selanjutnya Kanrerongtersebut bakal dipindahkan dekat kontainer recover.
Koordinasi dengan pihak kelurahan juga dilakukan untuk melihat kelayakan Kanrerong tersebut jika dipindahkan ke dekat kontainer recover.
Pasalnya, ada beberapa lokasi kontainer recover yang lokasinya terbatas.

“Sudah ada datanya, dimana-mana saja Kanrerong bisa ditempatkan di dekat kontainer recover. Karena kan ada juga yang lahannya terbatas. Posisinya ada yang taccappi’ (terjepit-red). Jadi kita lihat juga kondisinya, jangan sampai kita mau taruh namun ternyata tambah sempit ji lagi,” tutur mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar itu.

Dia mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi, mana Kanrerong yang siap dan mana yang tidak bisa.
“Kita harus kondisikan mana yang siap dan mana yang tidak bisa. Tidak harus semua,” tambahnya.
Khusus untuk rencana penataan kawasan Kanrerong di sisi sebelah selatan Lapangan Karebosi, Rheza mengatakan pihaknya mengupayakan agar bisa terealisasi tahun ini setelah gagal dieksekusi tahun lalu.

Namun katanya, masih ada kendala yang dihadapi untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Hingga saat ini, Pemkot Makassar belum mengantongi sertifikat Hak Penggunaan Lahan (HPL).
“Jadi harus ada sertifikatnya baru bisa kita kerjakan proyek itu. Kita masih menunggu. Saat ini masih berproses di Pertanahan Makassar. Kalau sudah ada sertifikatnya, kita akan ajukan pengerjaannya,” tandas Rheza. (rhm)

Exit mobile version