MAKASSAR,BKM.COM–BULAN Ramadan disebut juga sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Memperbanyak tadarus Al-Qur’an di bulan penuh kemuliaan ini sangat dianjurkan. Sebab, ada banyak syafaat yang bisa diperoleh di hari akhir.
ULASAN tentang Bulan Al-Qur’an Diturunkan disampaikan Ustaz Wahyudi Sahri ketika menjadi tamu Ramadan di studio Berita Kota Makassar. Pengurus Wilayah (PD) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Sulsel ini terlebih dahulu menyampaikan pesan bahwa janganlah kamu mencoba-coba menghitung nikmat Allah, karena niscaya kamu tidak bisa menghitungnya.
”Tugas kita bukan menghitung nikmat Allah pada kita. Tapi seberapa sering kita mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita,” ujarnya.
Ia kemudian melanjutkan bahwa Ramadan dikenal juga dengan bulannya Al-Qur’an. Sebab di bulan ini Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhamad Saw, sebagai petunjuk bagi umat manusia di permukaan bumi.
”Perintah yang pertama ketika Allah menurunkan Al-Qur’an adalah Iqra, bacalah. Untuk itu kita harus selalu bisa membaca segala sesuatu. Termasuk membaca firman-firman Allah yang menjadi petunjuk agar kita tidak pernah tersesat ketika berpegang teguh kepadanya,” kata Ustaz Wahyudi.
Ia melanjutkan, Nabi Muhammad Saw mengatakan bahwa ketinggalkan kepada kalian dua perkara agar tidak tersesat ketika berpengang teguh pada kedua hal tersebut, yaitu kibat Allah dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah.
”Rasul mengingatkan kepada kita, sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an. Pertanyaannya sekarang sudah seberapa banyak kita membaca Al-Qur’an. Atau hanya sebagai perhiasan dan perlengkapan dalam rumah kita. Nabi pernah menyampaikn, akan datang suatu masa di umatku, tidak ada yang tinggal dari Islam kecuali hanya namanya. Tidak ada yang tinggal dari Al-Qur’an hanya lembaran kertas-kertas. Karena itu, bacalah Al-Qur’an dan ajarkan kepada generasi kita,” jelas Wahyudi.
Ia lalu menyambung, bahwa sebaik-baik di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkan kepada yang lainnya. Sebab, menjadi tanggung jawab kita kepada generasi pelanjut untuk mempersiapkannya sebagai generasi yang cinta Al-Qur’an. Tidak hanya jadi perhiasan di rumahnya, tapi dilantunkan oleh mereka.
”Allah Swt sangat mengkhawatikan kita meninggalkan generasi yang lemah imannya, ekonominya, serta lemah kecintaannya terhadap kitab sucinya. Termasuk lemah dalam mempelajari serta mencari makna serta manfaat yang terkandung di dalamnya,” terangnya.
Ustaz Wahyudi kemudian menguraikan manfaat dari membaca Al-Qur’an. ”Kata Nabi, bagi siapa yang membaca satu huruf dalam Al-Qur’an baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu kemudian dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan,” imbuhnya.
Selain itu, bagi siapa yang membaca Al-Qur’an akan datang kepadanya di hari akhir nanti untuk menjadi penolong. Allah juga akan meringankan azab kedua orang tuanya, walau mereka termasuk kafir. (*/rus)
