MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel, agar membeli produk UMKM dari Perempuan Kepala Keluarga (Peka).
“Saya minta ke ASN (Pemprov Sulsel) kalau ada dilihat cocok, tidak harus di tempat besar, di sini (produk Peka) saja belanja,” tegas Andi Sudirman, di Halaman Kantor Gubernur Sulsel, Senin (3/4).
Ia menambahkan, kategori berbelanja ada dua, pertama untuk kebutuhan dan paling penting adalah membantu.
“Liat-liat. Belanjanya niatnya dua. Belanja untuk kebutuhan, dan membantu juga yang membutuhkan,” papar Andi Sudirman.
Untuk informasi, Peka adalah perempuan single parent atau juga punya suami tapi tak bisa lagi bekerja. Ia diberdayakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A-Dalduk KB) Sulsel.
Para pelaku usaha UMKM yang tergolong dalam Peka ini dan perempuan, dibalut dalam Bazar Gempita Ramadan yang bertempat, di Halaman Kantor Gubernur Sulsel.
Kepala DP3A-Dalduk KB Sulsel, Andi Mirna mengatakan, pihaknya ingin mendorong pemenuhan hak ekonomi perempuan, apalagi bagi Peka.
“Melalui pemberdayaan ekonomi perempuan dan kewirausahaan perempuan, memperkuat perempuan dalam ikut berperan aktif dalam berbagai isu strategis pembangunan, khususnya penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, di Sulsel melalui produktivitas ekonomi perempuan,” jelasnya.
Kegiatan Bazar Gempita Ramadan ini, bakal berlangsung 3-18 April mendatang.
“Kegiatan ini, mungkin akan menjadi kegiatan rutin di DP3A Dalduk Sulsel, akan dilaksanakan setiap bulan pada Jumat Minggu pertama, dan Jumat Minggu ketiga,” sebutnya.
Kegiatan Bazar Gempita Ramadan ini, bakal berlangsung 3-18 April mendatang.
“Kegiatan ini, mungkin akan menjadi kegiatan rutin di DP3A Dalduk Sulsel, akan dilaksanakan setiap bulan pada Jumat Minggu pertama, dan Jumat Minggu ketiga,” sebutnya.
“Adapun peserta kegiatan ini berjumlah 50 tenant, terdiri dari perempuan tangguh Binaan DP3A Dalduk Suslel khususnya, perempuan kepala keluarga (Peka), perempuan penyintas kekerasan, kelompok UMKM perempuan,” lanjut Andi Mirna.
50 tenan itu, dari usaha makanan rumahan, Frozen food, kerajinan, sembako 9 bahan pokok, dan beberapa penjual pakaian.
Pada kegiatan ini juga, DP3A Dalduk menghadirkan tenan Puspaga untuk konseling keluarga, maupun pengasuhan anak bagi ASN dalam bentuk pencegahan kekerasan perempuan dan anak, terutama masalah perceraian.
“Kami juga menghadirkan tenan boot unit UPT PPA provinsi Sulsel, sebagai bentuk sosialisasi keberadaan UPT PPA dalam melayani, memberikan layanan bagi perempuan dan anak sebagai korban kekerasan,” tutupnya. (jun)
