Site icon Berita Kota Makassar

”Jangan Sedih Bila tak Bisa Tarawih di Masjid”

MAKASSAR,BKM.COM–WANITA memiliki peran penting di bulan suci Ramadan. Mereka punya sejarah yang indah, karena itu butuh perhatian lebih. Sebab wanita terkadang termarjinalkan, sibuk mengurus dapur, suami, anak dan sebagainya.

”APAKAH mereka tidak melakukan amalan-amalan di bulan Ramadan, seperti salat tarawih atau tahajjud? Sementara Allah memberikan lumbung pahala di bulan suci ini,” ujar Ustazah Samsinah Kahar ketika menjadi tamu untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Perempuan yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar ini membahas ibadah terbaik kaum perempuan. Salah satunya adalah selalu memprioritaskan amalan hati, yakni harus selalu gembira menyambut bulan suci Ramadan.
”Jangan pernah bersedih hati tidak bisa salat tarawih karena sibuk mengurus anak atau suami. Karena itu bisa dilaksanakan di dalam rumah. Namun, tetap harus mengutamakan salat lima waktu. Jangan pernah ditinggalkan. Manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Menurutnya, wanita punya kewajiban mengurus suami dan anak-anaknya. Apalagi kalau masih memiliki orang tua dan dirawat di rumah, karena itu adalah ladang pahala.
”Ada sebuah kisah bahwa Si Fulan datang ke seorang sykeh yang terkenal ketika itu. Ia meminta didoakan untuk hajatnya. Syekh itu bertanya; apakah kami masih punya orang tua di rumah? Si Fulan mengayakan masih ada. Syekh itupun menyampaikan agar ia segera pulang ke rumah, karena ada surga di sana,” terangnya.
Doa orang tua sangat makbul, sehingga tidak perlu mencari ke mana-mana jika mereka masih ada di rumah. Ada berkah dan surga luar biasa, yaitu kedua orang tua. Sehingga, beruntung dan bersyukurlah bagi ibu-ibu yang memiliki orang tua masih utuh karena mereka menjadi ladang pahala.
”Rawatlah mereka dengan baik, ikhlas, dan sabar tanpa harus berkeluh kesah. Jadikan orang tua sebagai rahmat dan rezeki yang tidak bisa terbandingkan dengan kata-kata,” imbuhnya.
Amalan lainnya adalah istri taat kepada suami. ”Sekarang sebagian ibu-ibu lebih memilih menghadiri bukber (buka bersama). Padahal ada urusan wajib di rumah, yaitu anak dan suami. Dilarang pergi bukber, malah marah ke suami. Padahal bukber itu sunnah, sementara merawat anak dan suami adalah wajib. Jadi harus bisa membedakan mana sunnah dan mana wajib,” tandasnya.
Menurut Ustazah Samsinar, perempuan harus pintar-pintar mencari ladang puasa di bulan Ramadan.
Janganlah selalu mengedepankan egois, tapi lebih mengutamakan amalan-amalan hati.
Selain itu, harus menjaga lisan, menghindari gibah, fitnah serta adu domba. Jangan suka bergosip dan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat, serta memperbanyak berzikir.
Ia lalu mengutip kisah dari perjalanan Nabi Muhammad Saw, yang melihat lebih banyak kaum wanita di dalam neraka dibanding pria. Ini menjadi peringatan bagi wanita untuk berhati-hati dengan mulut. Karena bisa saja itu membawa kita masuk ke dalam neraka.
”Banyak-banyaklah berzikir dan beristigfar karena itu bisa menghilangkan dosa-dosa kecil kita. Sesibuk apapun ibu-ibu dan remaja perempuan perbanyaklah membaca Al-Qur’an. Karena bulan ini penuh berkah dan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an,” jelasnya.
Ustazah Samsinar yang memiliki enam orang anak, mengaku harus bisa mengatur waktu sebagai ASN dan ibu rumah tangga. Bekerja sebagai abdi negara, mengurus anak-anak, dirinya juga harus bisa membaca Al-Qur’an.
”Perbanyak sedekah di bulan Ramadan ini, karena pahalanya lebih berlipat ganda. Ini akan membuat kita lebih kaya lagi dan banyak rezeki. Jangan takut bersedekah, karena akan mengganti lebih banyak dari yang disedekahkan,” pesannya.
Perbanyaklah salat-salat sunnat di bulan Ramadan, yakni tarawih. Ibu-ibu yang memiliki anak kecil bila tidak bisa ke masjid, lebih baik melaksanakannya di rumah. Karena dikhawatirkan kalau bawa anak kecil ke masjid akan mengganggu jemaah lainnya. (*/rus)

Exit mobile version