MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama pihak kepolisian dan Balai Pengelola Tranportasi Darat menggelar rapat lebih awal untuk kesiapan angkutan mudik 2023.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Muhammad Arafah mengatakan, pihaknya melakukan rapat mendahului rapat koordinasi pusat.
“Kami melihat pada prinsipnya apa yang disampaikan ini, hampir sama tahun lalu. Karena mudik ini agenda tiap tahun. Jadi kami melakukan rapat lebih awal dibanding ada intruksi dari pusat,” kata Arafah di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/4).
Arafah menyebut, tahun ini arus mudik diprediksi akan meningkat 46,29 persen.
“Tahun lalu 2.915.336, di 2023 itu diprediksi 4.264.905,” sebutnya.
Meningkatnya arus mudik tersebut, ucap Arafah, karena PPMK tidak lagi diberlakukan, ekonomi sudah mulai bergeliat dan pembatasan tidak seperti lagi tahun lalu.
“Masyarakat menunggu mudik tahun ini, karena tahun-tahun sebelumnya ada pembatasan, ekonomi juga terbatas. Makanya, mudik tahun-tahun sebelumnya tidak terlalu banyak, dan tahun ini meningkat,” jelasnya.
,
Pihaknya lanjut dia, juga akan menyepakati posko mudik di Sulsel, di mana saja.
Untuk puncak arus mudik di Sulsel 2023 ini, diprediksi bakal terjadi pada 21 April 2023.
“Makassar-Maros, Maros-Bone, Takalar-Gowa, Sungguminasa-Malino. Ini arus yang sering terjadi kemacetan pada saat mudik,” tutup Arafah. (jun)
